Tentang Operasi Caesar

31 July 2016
tentang-operasi-caesar

Ruang operasi bukan ruang yang asing untuk saya. Saya sudah pernah memasukinya. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Entah sudah berapa siang dan malam pernah saya habiskan disana.

Satu hal yang paling melekat di ingatan saya,

ruang operasi itu dingin. Sangat dingin.

Entah karena pendingin ruangan yang diatur sedingin mungkin agar sterilitas tetap terjaga atau,

karena malaikat maut berjaga disana.

Mungkin, banyak orang tidak suka berada di ruang operasi, apalagi menjalaninya. Tapi, saya, sejujurnya, suka berada di ruang operasi. Saya suka menjalani operasi.

Entah karena saya termasuk orang yang perfeksionis soal kebersihan dan kerapian sehingga merasa cocok disana atau,

karena kesunyiannya membuat saya bisa mengagumi maha karya Tuhan.

Baca juga : Alhamdulillah Saya Hamil

Di antara sekian banyak jenis operasi yang pernah saya jalani, operasi caesar adalah yang paling sering. Iya, saya sudah pernah menjalani operasi caesar. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali. 

Saya tahu prosedurnya. Saya hafal prosedurnya. Langkah demi langkah. Karena saya memang 'dituntut' untuk itu.

tentang-operasi-caesar

Berjeda kurang lebih 7 tahun, kini saya akan menambah jumlah hitungan operasi caesar yang pernah saya jalani. Ya, saya akan kembali masuk ruang operasi dan menjalani operasi caesar. 

Tapi, kali ini, muncul rasa yang berbeda.

Saya takut. Sangat takut.

Sepertinya semua ilmu tentang operasi caesar tidak pernah saya ketahui dan saya hapal. Seperti nya semua pengalaman tentang operasi caesar tidak pernah saya alami.

Entah apa yang saya takuti.

Mungkin karena semua yang sudah saya alami selama 37 minggu ini bersama anak dalam kandungan saya.

Mungkin karena selama ini saya menjalani operasi caesar sebagai asisten dokter Sp.OG, satu dari serangkaian syarat yang harus saya penuhi untuk menjadi dokter umum, sedangkan kali ini saya akan menjalani operasi caesar sebagai pasien.

Baca juga : Menjadi Seorang Dokter

Kadang, terlalu banyak tahu itu menakutkan.

Atau, mungkin, sederhana saja, karena saya hanya manusia biasa.

Operasi caesar...

Saya tahu prosedurnya. Saya hapal prosedurnya. Langkah demi langkah. Tapi satu hal yang tidak akan pernah saya tahu. Satu hal yang tidak akan pernah saya hapal.

Hasilnya.

Mungkin itu yang membuat saya takut.

Mendoakan Yang Berbeda Keyakinan

26 July 2016
Rasulullah bersabda,
"Barang siapa menyakiti kafir Dzimmi,
maka Aku (Rasulullah) akan menjadi lawannya di hari kiamat."
(HR. Muslim)

mendoakan-yang-berbeda-keyakinan

Hari itu hari Minggu. Saya, suami dan ibu saya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli barang-barang keperluan bayi. Saat itu kehamilan saya berusia 29 minggu.

Saya pergi ke pusat perbelanjaan tersebut dengan membawa kursi roda untuk saya gunakan selama berada disana. Selesai berbelanja, ketika sedang menunggu lift untuk turun, di depan saya berdiri seorang kakek dengan dua orang perempuan yang kemudian saya ketahui adalah anak dan cucunya. Saya menduga mereka baru pulang dari kebaktian karena melihat kalung salib dan Alkitab yang digenggam kakek itu. Setahu saya di lantai paling atas pusat perbelanjaan tersebut setiap hari Minggu memang selalu diadakan kebaktian.

Perlukah Anak Diberi Hukuman Fisik Agar Terdidik?

05 July 2016
Disclaimer : Isi artikel ini murni pendapat pribadi saya dan tidak membela pihak manapun. Artikel ini dibuat untuk membuka sudut pandang baru. Artikel ini dibuat untuk mengingatkan yang terlupa.

perlukah-anak-diberi-hukuman-fisik-agar-terdidik

Berhari-hari jelang Idul Fitri kemarin timeline media sosial saya dipenuhi oleh berita seorang guru yang diperkarakan orangtua muridnya karena guru tersebut dikabarkan mencubit anak muridnya yang nakal.

Berita seperti ini bukan berita baru. Bukan juga kasus baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebelumnya sudah ada beberapa guru yang juga diperkarakan oleh orangtua muridnya karena alasan memberikan hukuman fisik.

Tadinya saya tidak mau berkomentar tapi kemudian melihat perkembangan kasus orangtua versus guru ini, pikiran dan perasaan saya 'berontak'...

perlukah anak diberi hukuman fisik agar terdidik?

Auto Post Signature

Auto Post Signature