Top Social

Sayap Kuatku

22 December 2016
sayap-kuatku

Sayap kuatku,
yang selalu mengangkatku dan menerbangkanku,
tinggi...
tinggi...
tinggi...

Sayap kuatku,
yang selalu menjadi sandaranku ketika lelah,
ketika lemah...

Sayap kuatku,
sayap terindah yang Dia berikan untuk
menuntunku,
melindungiku.

Mau Bayi Tidur Nyenyak Di Malam Hari? Ini Yang Saya Lakukan

15 December 2016
bayi-tidur-nyenyak-di-malam-hari

[Artikel ini disponsori oleh Goo.N]

Tidur merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Sama pentingnya seperti makan dan minum. Tidur bukan hanya sekedar istirahat tapi tidur yang baik adalah tidur yang cukup (sesuai dengan kebutuhan waktu tidur) dan berkualitas.

Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Sedia Nebulizer Di Rumah

01 December 2016
alasan-harus-sedia-nebulizer-di-rumah

[Artikel ini disponsori oleh Omron Healthcare]

Keluarga saya adalah keluarga penderita alergi. Ayah saya alergi salah satu jenis obat, ibu saya alergi udara dingin. Saya sendiri alergi tungau debu rumah, asap tembakau, detergen, dan lateks. Nah, yang paling kasihan adalah adik saya. Kenapa saya bilang kasihan? Adik saya alergi udara dingin, sama seperti ibu, tapi bedanya, alergi udara dingin pada adik saya itu memicu terjadinya asthma dan sinusitis. Lengkap! Kalau sudah kambuh satu, yang lain bisa ikut kambuh. Ya jadi kasihan itu tadi karena sakitnya bertumpuk-tumpuk dan kenanya di saluran pernapasan semua kan...

Pernah ada satu pengalaman yang cukup mendebarkan,

International SWAM 2016 : Event Estetika dan Anti Aging Terbesar di Indonesia

11 November 2016

[Artikel ini disponsori oleh 7th International SWAM]

Ketika baru lulus menjadi seorang dokter, banyak orang menyarankan saya untuk membuka klinik estetika dan anti aging atau mendalami bidang estetika dan anti aging. Alasannya, "pasti laris".

Alasan tersebut bukan sekedar alasan karena memang estetika dan anti aging sudah menjadi kebutuhan semua orang. Tidak hanya perempuan tapi juga laki-laki. Tidak hanya mereka yang berusia muda tapi juga mereka yang berusia matang. Tidak hanya kalangan menengah ke atas tapi juga kalangan menengah ke bawah.

6 Tips Travelling Murah Ke Singapore

26 October 2016
6-tips-travelling-murah-ke-singapore

[Artikel ini disponsori oleh Traveloka]

Apa yang terpikir pertama kali ketika kamu mendengar kalimat 'travelling ke Singapore' ?

Kalau saya, jujur, yang terpikir pertama kali adalah mahal! Entah kenapa, hahaha ;p Mungkin karena Singapore terkenal dengan biaya hidupnya yang mahal ya ^^ Tapi, setelah beberapa kali saya travelling ke Singapore, ternyata biaya yang diperlukan tidak semahal yang saya pikirkan. Malah sangat memungkinkan travelling ke Singapore dengan biaya murah asal tahu caranya. Nah, berdasarkan pengalaman saya tersebut, di artikel ini saya mau sharing 6 tips travelling murah ke Singapore. Semoga bermanfaat ya ;)

Menjadi Seorang Dokter

25 October 2016
menjadi-seorang-dokter

Saya masih ingat ketika pertanyaan itu datang pada saya,

"Kamu mau jadi dokter karena apa?"

"Saya mau jadi dokter karena saya mau membantu banyak orang"

"Mau jadi dokter karena mau membantu banyak orang? Kalau cuma mau membantu banyak orang, ngga usah jadi dokter. Kamu ngga jadi dokter juga bisa bantu orang. Sekarang kamu kasih makan gelandangan atau kamu sumbang uang ke panti asuhan itu sudah bantu orang. Terlalu lama kalau menunggu jadi dokter dulu. Kuliah 4 tahun ditambah koasistensi 2 tahun. Total 6 tahun waktu yang harus kamu habiskan untuk jadi dokter. Iya kalau lancar, kalau ngga? Apalagi kamu perempuan. Kamu menghabiskan banyak sekali waktu kalau alasan kamu mau jadi dokter karena mau bantu orang. Sebaiknya kamu pikir-pikir lagi."

Saat itu saya hanya diam. Beliau ini kenapa? Saya baru mau mulai bukannya disemangati malah semangat saya dipatahkan sepatah-patahnya.

Hari Ini Sudah SADARI?

04 October 2016
hari-ini-sudah-sadari

[Artikel ini sudah diperbarui pada 15 Oktober 2017]

Bulan Oktober dikenal sebagai Breast Cancer Awareness Month yaitu suatu kampanye tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk menyoroti bahaya kanker payudara dan pentingnya melakukan pencegahan serta deteksi dini kanker payudara. Kampanye ini juga ditujukan untuk mendukung para penderita kanker payudara dan mereka yang anggota keluarganya menderita kanker payudara.

Menurut World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia, mengancam kehidupan ratusan ribu wanita setiap tahunnya dan menimbulkan dampak di berbagai negara.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) tumor/kanker di Indonesia adalah 1.4 per 1000 penduduk. Kanker payudara dan kanker serviks adalah yang paling sering terjadi pada wanita.
Kanker payudara adalah kanker yang menyerang payudara yang terjadi karena sel-sel payudara tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali.
Sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali itu bisa menyebar (metastasis) melalui aliran darah ke organ-organ lainnya dan menyebabkan kematian.


Siapa saja yang berisiko menderita kanker payudara?
Wanita dan pria sama-sama berisiko menderita kanker payudara (walau jumlah kasus pada pria sangat sedikit yaitu sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara).
Apa penyebab kanker payudara?

Penyebab pasti kanker payudara masih belum diketahui tapi faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko kanker payudara :

✔ Wanita

Menjadi seorang wanita adalah faktor risiko terbesar terjadinya kanker payudara. Lebih dari 90% kasus kanker payudara diderita oleh wanita. 

Usia

Risiko terjadinya kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. 

✔ Genetik

Kanker payudara bukan penyakit yang diturunkan (herediter) tapi adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

✔ Riwayat keluarga

Kalau kamu mempunyai anggota keluarga, terutama keluarga inti (orang tua, saudara kandung, anak), yang mengidap kanker payudara maka itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

✔ Riwayat adanya benjolan jinak

Tidak semua benjolan pada payudara berarti keganasan tapi, kalau ditemukan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

✔ Riwayat kanker payudara sebelumnya

Kalau kamu pernah menderita kanker payudara maka itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada payudara yang sama atau pada payudara sebelahnya.

✔ Mengalami menstruasi pertama di usia <12 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Mengalami menopause di usia >55 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Belum pernah melahirkan atau melahirkan anak pertama di usia >35 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen (tidak terhalang oleh proses kehamilan).

✔ Tidak pernah menyusui

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Kelebihan berat badan atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas akan meningkatkan produksi estrogen.

✔ Kebiasaan merokok

Penelitian menunjukkan bahwa kasus baru kanker payudara terjadi 24% lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok dan 13% lebih tinggi pada mantan perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

✔ Kebiasaan mengonsumsi alkohol

Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dan merusak DNA dalam sel. 

✔ Paparan radiasi

Seperti sinar roentgen atau CT scan


sumber gambar : huffingtonpost.co.uk
Apa saja gejala kanker payudara?

Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala yang khas tapi gejala-gejala berikut dapat dijadikan petunjuk :

✔ Benjolan pada payudara

Walaupun kebanyakan (90%) benjolan pada payudara bukanlah suatu keganasan tapi, kalau ditemukan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

✔ Pembengkakan pada ketiak

Pembengkakan yang dimaksud adalah pembengkakan yang terjadi di luar masa menstruasi.

✔ Rasa nyeri pada payudara dan atau ketiak

Rasa nyeri pada payudara dan atau ketiak yang dimaksud adalah rasa nyeri yang muncul di luar masa menstruasi dan tanpa penyebab lain (misalnya trauma).

✔ Ruam kemerahan

Terdapat di sekitar puting atau kulit payudara.

✔ Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk

Dikenal dengan sebutan "peau d'orange (dibaca : po do rang)"

Terdapat area yang mengeras pada payudara

Area yang mengeras ini terjadi sebagai akibat dari penebalan jaringan payudara.

✔ Keluar cairan yang tidak biasa dari puting (bukan ASI)

Kadang-kadang cairan tersebut mengandung darah.

✔ Perubahan pada puting

Misalnya, puting mengerut atau tertarik ke dalam, muncul rasa gatal dan atau sensasi seperti terbakar pada puting.

✔ Perubahan bentuk dan atau ukuran payudara

Terdapat perbedaan bentuk dan atau ukuran kedua payudara yang mencolok.


Apakah kanker payudara dapat diterapi?

Ketika seseorang telah didiagnosis menderita kanker payudara maka terapi harus segera dimulai. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ-organ lain.

Terapi kanker payudara akan disesuaikan dengan tipe kanker, stadium kanker, usia dan keadaan penderita, ada atau tidaknya penyebaran, ada atau tidaknya penyulit dan ada atau tidaknya komplikasi lain. Terapi kanker payudara dapat berupa radioterapi, kemoterapi, operasi, terapi biologi dan atau terapi hormon.

Apakah kanker payudara dapat dicegah?

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker payudara. Utamanya adalah dengan menjalankan pola hidup sehat seperti berikut :

✔ Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang

Penelitian menunjukkan bahwa makanan-makanan seperti buah, sayur, kacang-kacang, dan biji-biji dapat membuat tubuh lebih sehat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga risiko kanker payudara serendah mungkin. Kanker payudara tidak umum terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya mengkonsumsi sayur dan makanan rendah lemak (lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda).

✔ Olahraga teratur

Orang yang berolahraga secara teratur cenderung lebih sehat, lebih mungkin untuk mengendalikan berat badan dan sedikit atau, justru, tidak memiliki kelebihan lemak dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Kelebihan lemak akan menghasilkan kelebihan estrogen dan ketika sel-sel payudara terpapar kelebihan estrogen dari waktu ke waktu maka risiko kanker payudara akan meningkat.

✔ Mengendalikan berat badan

Diukur dengan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index).

✔ Berhenti merokok

Penelitian menunjukkan risiko kanker payudara invasif tertinggi terdapat pada wanita yang mulai merokok pada usia dini.
Wanita yang mulai merokok sebelum siklus menstruasi pertamanya memiliki risiko kanker payudara 61% lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Sementara wanita yang mulai merokok setelah siklus menstruasi pertamanya tapi jauh sebelum memiliki anak maka wanita tersebut memiliki risiko kanker payudara 45% lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Hal ini dikarenakan jaringan payudara belum sepenuhnya berkembang sehingga membuat jaringan payudara lebih sensitif terhadap efek berbahaya dari tembakau.

✔ Berhenti mengonsumsi alkohol

Dibandingkan dengan wanita yang sama sekali tidak mengonsumsi alkohol, wanita yang mengonsumsi alkohol 3 kali dalam seminggu memiliki risiko 15% lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara. Para ahli memperkirakan bahwa risiko terjadinya kanker payudara akan bertambah 10% untuk setiap penambahan alkohol yang diminum secara teratur setiap hari.

✔ Menyusui

Para peneliti dari University of Granada di Spanyol dalam Journal of Clinical Nursing melaporkan bahwa menyusui 1,5-2 tahun atau minimal 6 bulan dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara.
Hal ini dikarenakan siklus menstruasi pada wanita menyusui lebih sedikit (ditambah dengan tidak menstruasi selama masa kehamilan) sehingga kadar estrogen menjadi lebih rendah. Selain itu, wanita yang sedang menyusui akan cenderung makan makanan yang bergizi dan menjalani pola hidup sehat.

Apakah kanker payudara dapat dideteksi sejak dini?

Kanker payudara dapat dideteksi sejak dini. Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Dianjurkan untuk melakukan SADARI setiap satu bulan sekali. SADARI sebaiknya dilakukan di antara hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi (karena pada saat itu hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah) atau dilakukan setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.

Berikut adalah panduan melakukan SADARI :

✔ Lepaskan semua pakaian bagian atas sehingga area pinggang ke atas terbebas sepenuhnya.

✔ Berdiri di depan cermin. Kedua payudara dan area sekitarnya harus dapat dilihat dengan jelas.

✔ Dengan kedua lengan berada di samping dalam keadaan santai, perhatikan kedua payudara. Apakah kedua payudara terlihat simetris? Apakah terdapat perubahan bentuk, ukuran, dan atau warna kulit pada kedua payudara? Apakah terdapat perubahan pada puting? Apakah terdapat perubahan pada kulit puting dan atau kulit payudara? Apakah terdapat adanya pembengkakan? Sebagai catatan, jangan panik ketika kamu menemukan payudaramu tidak simetris karena pada dasarnya kedua payudara memang tidak simetris walau perbedaannya sangat tipis.

✔ Letakkan kedua tangan di pinggang, bungkukkan bahu dan condongkan badan sedikit ke depan kemudian perhatikan kedua payudara seperti poin di atas.

✔ Letakkan kedua tangan di belakang kepala, dorong tangan ke depan dan perhatikan kedua payudara seperti poin di atas.

✔ Angkat salah satu lengan dan mulai raba payudara menggunakan ujung jari ke-2, 3, dan 4. Raba payudara dengan penekanan menggunakan salah satu atau lebih metode perabaan (lines, circles, wedges) seperti pada gambar di bawah. Apakah terdapat benjolan pada payudara dan atau ketiak? Apakah terdapat perubahan kontur dan atau tekstur pada payudara dan atau area sekitarnya? Apakah terdapat pembengkakan pada ketiak? Apakah terdapat area yang mengeras pada payudara? Setelah selesai, ganti dengan lengan yang satunya.

✔ Remas perlahan kedua puting dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar (bukan ASI).

✔ Ulangi langkah-langkah di atas dalam keadaan berbaring. Jangan lupa untuk mengganjal punggung atas dengan handuk atau bantal agar posisi payudara menjadi mendatar.

Banyak wanita melaporkan bahwa SADARI lebih mudah dilakukan saat sedang mandi karena pada saat itu kondisi kulit basah dan licin. Apabila dari pemeriksaan payudara ditemukan satu atau lebih hal yang tidak biasa maka segera periksakan diri ke dokter.

Mengingat pria juga berisiko menderita kanker payudara maka pria juga perlu melakukan SADARI tapi hanya sebatas puting karena kelenjar payudaranya tidak berkembang.


Pemeriksaan payudara juga dapat dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG) payudara/breast ultrasound dan mamografi. Pemeriksaan USG payudara atau mamografi, sebaiknya, dilakukan 1 minggu setelah bersih menstruasi sampai dengan 1 minggu sebelum menstruasi berikutnya agar hasil pemeriksaan maksimal dan mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara. Untuk memudahkan saat proses pemeriksaan, pakailah pakaian berupa atasan dan bawahan (bukan pakaian terusan). Kalau sebelumnya sudah pernah melakukan USG payudara atau mamografi, sebaiknya, hasil pemeriksaan terdahulu dibawa pada pemeriksaan selanjutnya sebagai perbandingan.

✔ Ultrasonografi (USG) payudara/breast ultrasound

Adalah pemeriksaan payudara dengan alat khusus yang menggunakan gelombang suara. USG payudara efektif digunakan untuk wanita usia di bawah 35 tahun karena jaringan payudara di usia tersebut masih padat. Karena USG menggunakan gelombang suara maka pemeriksaan ini aman dilakukan pada wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Lakukan USG payudara setiap satu tahun sekali atau sesuai petunjuk dokter.

✔ Mamografi

Adalah pemeriksaan payudara dengan alat khusus yang menggunakan sinar roentgen. Mamografi efektif digunakan untuk wanita usia di atas 35 tahun karena di usia tersebut payudara lebih banyak berisi lemak. Walaupun mamografi menggunakan sinar roentgen namun sejauh ini mamografi tidak terbukti merusak jaringan payudara atau menyebabkan penyebaran kanker payudara.

Untuk wanita berusia 40-45 tahun, sebaiknya, lakukan mamografi setiap 3 tahun sekali. Untuk wanita berusia 50 tahun, sebaiknya, lakukan mamograsi setiap 2-3 tahun sekali. Untuk wanita berusia 60 tahun, sebaiknya, lakukan mamografi setiap 1-2 tahun sekali.

Sebaiknya tidak menggunakan deodoran, bedak, dan atau krim pada payudara, daerah sekitar ketiak, dan ketiak ketika akan melakukan mamograsi karena bisa mengaburkan hasil pemeriksaan.

Terkadang pemeriksaan mamografi perlu dikombinasikan dengan ultrasonografi payudara untuk memperjelas hasil pemeriksaan. 

Jadi, sudahkah kalian melakukan pemeriksaan payudara? Kalau belum, sekarang adalah waktu yang tepat.

hari-ini-sudah-sadari

Melalui artikel ini saya mau mengajak kamu untuk lebih peduli terhadap payudaramu. Terutama bagi wanita, payudara adalah aset. Aset tidak hanya dalam makna estetis dan seksual tapi, lebih dari itu, payudara adalah perantara kehidupan. Melalui payudara lah Tuhan menitipkan "bekal" pertama kehidupan anak-anakmu.

Bagi kamu yang belum menderita kanker payudara, kamu yang belum mempunyai anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan atau kamu yang belum pernah berhubungan dengan para penderita kanker payudara, mungkin, tidak punya banyak gambaran seberapa bahaya dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh kanker payudara ini sehingga, mungkin, kamu merasa masih bisa mengabaikannya. Bagi saya, cukup membuat hati saya menangis ketika melihat wajah itu... melihat dada/payudara dengan bekas sayatan operasi... meraba dada/payudara yang sekeras papan... Ada yang kemudian bertahan hidup, banyak juga yang tidak.

Perlu berapa banyak lagi orang harus melalui hal itu untuk menimbulkan kesadaran? Atau, kamu perlu mengalaminya dulu baru kesadaran itu timbul?

sumber foto : www.thescarproject.org

sumber foto : www.thescarproject.org

sumber foto : www.thescarproject.org


Saya berharap artikel ini bisa menggugah kamu untuk melakukan pencegahan dan memeriksakan diri. Saya juga berharap kamu bisa membantu saya menyebarkan informasi mengenai kanker payudara ini ke semua orang.

Kalau kamu punya pertanyaan atau mau berbagi pengalaman, kolom komentar saya terbuka ya ;)

Perlengkapan Bayi Yang Harus Dibawa Saat Kontrol Ke Dokter

27 September 2016
perlengkapan-bayi-yang-harus-dibawa-saat-kontrol-ke-dokter

[Artikel ini disponsori oleh Goo.N]

Pergi kontrol ke dokter pasca melahirkan menjadi pengalaman baru sekaligus pengalaman menarik untuk saya. Sebabnya, jadwal kontrol saya berada di hari yang sama dengan jadwal kontrol anak saya yang artinya ini pertama kalinya saya pergi dengan membawa bayi!

Deg-degan?

Pasti. Namanya juga baru pertama kali.

Sebenarnya deg-degannya karena saya khawatir anak saya akan rewel selama di perjalanan dan selama berada di rumah sakit. Apalagi jadwal praktik dokter SpOG saya dan jadwal praktik dokter SpA anak saya berjarak waktu 3 jam. Oleh karena itu, yang sangat saya pikirkan adalah bagaimana membuat anak saya nyaman selama di perjalanan dan selama berada di rumah sakit supaya tidak rewel. Salah satunya adalah dengan membawa perlengkapannya.

Perlengkapan Yang Harus Dibawa Saat Akan Melahirkan

15 September 2016
perlengkapan-yang-harus-dibawa-saat-akan-melahirkan

I'm back!

Senaaanngg bangeeett bisa kembali blogging setelah lebih dari satu bulan saya tidak blogging karena melahirkan, beradaptasi dengan kondisi pasca melahirkan, dan mengurus newborn baby.

Baca juga : Alhamdulillah Saya Hamil

Selama lebih dari satu bulan ini, ada beberapa pengalaman pasca melahirkan yang mau saya bagi karena, menurut saya, pengalaman saya mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya akan mulai dengan sesuatu yang ringan dulu ya yaitu pengalaman menyiapkan barang-barang yang harus dibawa saat akan melahirkan.

Sejak kehamilan saya berusia 7 bulan, saya sudah mulai browsing di internet dan Youtube untuk mencari tahu barang-barang apa saja yang harus dibawa saat akan melahirkan dari pengalaman ibu-ibu lain yang sudah lebih dulu melahirkan. Dari hasil browsing itu, saya membuat rincian kasar di buku catatan saya *iya, saya masih suka mencatat menggunakan buku, hehehe* Kemudian, saat kehamilan saya berusia 8 bulan, saya tanya-tanya ke rumah sakit tempat saya akan melahirkan dengan berbekal rincian kasar itu sekalian booking kamar. Saya cocokkan rincian kasar saya dengan barang-barang yang sudah tersedia di sana, apa saja yang perlu ditambahkan dan apa saja yang perlu dicoret.

Tips dari saya, saat bertanya ke rumah sakit, jangan bertanya ke bagian pendaftaran saja tapi tanya juga ke perawat di bangsal perawatan karena, biasanya, bagian pendaftaran hanya akan memberikan rincian barang-barang standar sedangkan perawat di bangsal perawatan lebih tahu secara detail barang-barang apa saja yang perlu dibawa dan tidak perlu dibawa.

Tujuan saya menyiapkan barang-barang yang harus dibawa saat akan melahirkan dari jauh-jauh hari adalah supaya saya tidak grasa grusu saat waktu melahirkan tiba. Selain itu, untuk meminimalisir kemungkinan ada barang yang tertinggal, terutama dokumen-dokumen untuk keperluan administrasi.

Awalnya, saya menyiapkan barang-barang ini untuk keperluan melahirkan per vaginam sebelum akhirnya diputuskan saya harus melahirkan dengan sectio caesarea. Tapi, menurut saya, barang-barang yang harus dibawa saat akan melahirkan per vaginam maupun dengan sectio caesarea tidak jauh berbeda karena, ketika akhirnya diputuskan saya harus melahirkan dengan sectio caesarea, barang-barang yang dibawa tidak ada yang berubah. Barang-barang yang sudah disiapkan untuk melahirkan per vaginam itu lah yang dibawa. Saya hanya menambah jumlahnya saja karena estimasi masa perawatan pasca melahirkan dengan sectio caesarea lebih lama.

Baca juga : Tentang Operasi Caesar

Saya membagi barang-barang yang harus dibawa saat akan melahirkan menjadi empat peruntukan yaitu barang-barang untuk ibu, untuk bayi, untuk ayah (sebagai orang yang akan menemani selama masa perawatan) dan untuk keperluan administrasi. Semua barang disiapkan untuk masa perawatan selama 4-5 hari (jika tidak ada komplikasi) sesuai estimasi rumah sakit tempat saya melahirkan dalam merawat ibu yang melahirkan dengan sectio caesarea.

UNTUK IBU

Baju kancing depan


Saya membawa lima dress (termasuk dress untuk pulang) longgar berbahan katun. Saya baru mulai pakai baju milik sendiri di hari kedua pasca operasi karena di hari operasi dan satu hari setelahnya saya memakai kimono yang disediakan rumah sakit. Pemakaian kimono dimaksudkan untuk memudahkan perawat-perawat membantu membersihkan badan saya karena selama dua hari itu saya belum mampu bersih-bersih di kamar mandi selain karena di dua hari itu saya masih menggunakan kateter.

Sarung

Saya membawa dua sarung yang awalnya saya siapkan untuk digunakan sebagai penutup ketika saya sedang berproses melahirkan per vaginam tapi berhubung akhirnya diputuskan saya harus melahirkan dengan sectio caesarea maka sarung yang sudah saya siapkan saya gunakan sebagai bawahan selama masa perawatan, hehehe ^^

Jilbab bergo

Saya memilih untuk menggunakan jilbab bergo selama masa perawatan karena lebih praktis. Saya membawa dua jilbab bergo yang lebarnya sampai menutup dada.

Celana dalam hamil dan bra menyusui

Saya menggunakan celana dalam hamil dan bra menyusui merk Sorex karena bahannya lembut, adem, dan tidak kaku (mudah meregang). Selain itu, karena bagian depan celana dalam hamilnya dirancang untuk menopang perut hamil maka ketika digunakan pasca melahirkan dengan sectio caesarea jadi tidak menyakiti bagian perut yang ada bekas sayatan operasi. Untuk bra menyusui, saya pilih yang model kait atas tanpa busa dan tanpa kawat agar nyaman.

Handuk

Walau rumah sakit tempat saya melahirkan sudah menyediakan handuk, saya tetap membawa handuk sendiri karena saya merasa lebih nyaman menggunakan handuk sendiri.

Waslap

Sama dengan handuk, waslap sudah disediakan tapi saya tetap membawa waslap sendiri. Saya membawa dua waslap. Waslap ini digunakan untuk membersihkan badan saya saat saya belum bisa bersih-bersih di kamar mandi.

Toiletries

Sama dengan handuk dan waslap, toiletries standar (sampo, sabun cair, sikat gigi, dan pasta gigi) sudah disediakan tapi, lagi-lagi, saya merasa lebih nyaman menggunakan toiletries sendiri. Saya membawa sampo, pembersih wajah, sikat gigi, pasta gigi, sabun cair dan deodoran. Semuanya travel size. Saya tidak membawa pencukur bulu karena cukuran sudah menjadi salah satu prosedur yang harus dilakukan pihak rumah sakit sebelum proses melahirkan berlangsung.

Konjac sponge

Untuk membersihkan wajah saat saya belum bisa ke kamar mandi. Saya memilih untuk menggunakan konjac sponge karena lebih praktis dan lebih bisa menyerap minyak di wajah saya. Saya menggunakan My Konjac Sponge Bamboo Charcoal.

Pelembab

Berada di ruangan ber-AC selama berhari-hari akan membuat kulit mudah kering. Oleh karena itu, untuk menjaga kelembaban kulit, saya membawa pelembab untuk bibir, wajah, dan badan. Saya menggunakan Color Repvblic Skinny Tinted Balm untuk bibir, Bioderma Sebium Global untuk wajah, dan Bio-Oil untuk badan. Selain itu, saya juga membawa Avene Thermal Spring Water Spray yang ukuran 50 ml.

Nipple salve

Sejak saya hamil, saya sudah rajin menggunakan nipple salve dengan tujuan supaya puting saya tidak mudah lecet dan untuk mengurangi rasa sakit saat menyusui. Saya menggunakan Buds Nursing Salve.

Make up

Saya membawa loose powder, blush on, eyebrow powder dan lipstick. Awalnya, saya pikir, saya akan pakai make up selama masa perawatan pasca operasi agar wajah saya tidak terlihat pucat, apalagi saat ada tamu yang datang berkunjung, tapi, kenyataannya, selama masa perawatan bahkan saat pulang, saya sama sekali tidak menggunakan make up!

Pembalut bersalin

Selama masa perawatan di rumah sakit, saya menggunakan pembalut bersalin merk Dacco ukuran Slim Large. Saya sedia lima bungkus (satu bungkus berisi empat pembalut). Setelah pulang ke rumah, saya menggunakan Charm Body Fit Night Wing 35 cm, Charm Body Fit Extra Maxi Non Wing 23 cm dan Kotex Fresh Liners Longer & Wider selama masa nifas.

Gurita bertali

Ketika pada akhirnya saya harus melahirkan dengan sectio caesarea, saya merasa bersyukur karena sedari awal menyiapkan gurita bertali dan bukan korset. Dengan menggunakan gurita bertali maka saya bisa mengatur kekencangan talinya saat dipakai, terutama untuk bagian perut yang ada bekas sayatan operasi. Penggunaan gurita pasca melahirkan dengan sectio caesarea dianjurkan sesegera mungkin (tentunya setelah dibolehkan dokter) karena penggunaan gurita dapat membantu menopang tubuh ibu dan membantu mengurangi rasa sakit saat berjalan selain untuk membantu mengecilkan perut ibu.

Breast pad

Saat payudara sedang penuh terisi air susu, seringkali air susu akan mengalir keluar. Begitu juga ketika sedang menyusui pada satu payudara, seringkali air susu di payudara satunya akan ikut mengalir keluar. Breast pad ini berguna untuk mencegah air susu yang mengalir keluar tadi agar tidak membasahi bra dan baju. Saya membawa disposable breast pad merk Pigeon sebanyak 5 pasang.

Tisu kering

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk membawa tisu kering saat bepergian. Tisu kering ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Saya membawa Tessa Travel Tissue.

Tas kain ukuran sedang

Untuk menaruh baju kotor.

Smartphone, charger dan dompet

Sudah otomatis pasti dibawa kan, hehe ;p

Koper ukuran sedang

Untuk mengemas semua barang-barang saya tersebut.

perlengkapan-yang-harus-dibawa-saat-akan-melahirkan

UNTUK BAYI

Rumah sakit tempat saya melahirkan sudah menyediakan semua kebutuhan bayi baru lahir selama masa perawatan pasca dilahirkan sehingga saya tidak perlu membawa banyak barang.

Baju pulang

Saya membawa satu baju model terusan dengan ukuran newborn.

Kain bedong

Saya menggunakan kain bedong merk Aden+Anais karena kain bedong ini bahannya lembut, tidak kaku, cukup lebar dan multifungsi.

Topi

Untuk melindungi kepala bayi dari udara dingin. Apalagi karena perawatannya secara rooming in dan di kamar rawat saya pasti menggunakan AC.

Newborn pillow

Untuk menopang kepala bayi saat menyusu.

Giwang

Sepertinya giwang sudah menjadi barang yang otomatis dibawa ya ketika tahu bayi yang akan dilahirkan berjenis kelamin perempuan, hehehe ;p Alasannya ya mumpung di rumah sakit jadi sekalian saja ditindik. Giwang yang dianjurkan untuk digunakan bayi baru lahir adalah yang model lingkaran dan ukuran emasnya setengah gram.

Kendil

Untuk menampung plasenta (ari-ari).

Hooded blanket

Digunakan pada saat pulang.

Tas bayi ukuran kecil


Untuk mengemas semua barang-barang bayi tersebut.

perlengkapan-yang-harus-dibawa-saat-akan-melahirkan

UNTUK AYAH

Baju ganti

Jangan lupa untuk membawa baju hangat.

Handuk dan 
toiletries

Untuk keperluan mandi.

Tas kain ukuran sedang

Untuk menaruh baju kotor.

Selimut kecil

Untuk menghangatkan badan saat malam hari.

Sarung & sajadah

Untuk suami saya gunakan saat beribadah, apalagi masa perawatan saya melewati hari Jumat.

Sandal

Untuk suami saya gunakan saat berjalan keluar kamar untuk membeli makan atau ke musholla. Oya, saya sendiri tidak membawa sandal karena sudah disediakan oleh rumah sakit.

Smartphone, charger dan dompet

Sudah otomatis pasti dibawa.

Laptop dan charger

Walau suami saya dapat cuti tapi suami saya tetap harus memantau cabang-cabang perusahaan yang dibawahinya. Oleh karena itu, suami saya membawa laptop yang biasa digunakannya untuk kerja. Selain itu, laptop juga berfungsi sebagai salah satu sarana hiburan untuk suami saya selama menemani saya.

Stop kontak

Karena gadget yang dibawa cukup banyak.

Cemilan

Untuk mengisi perut selama menemani saya.

Ransel ukuran sedang

Setelah melihat barang-barang yang harus dibawanya tidak terlalu banyak, suami saya merasa lebih praktis kalau menggunakan ranselnya saja.

UNTUK KEPERLUAN ADMINISTRASI

Dokumen-dokumen

Dokumen-dokumen yang dibawa adalah untuk keperluan pendaftaran dan pembuatan surat keterangan lahir bayi. Dokumen-dokumen yang harus dibawa adalah buku kontrol kehamilan, surat-surat dari dokter yang berhubungan dengan kehamilan, fotokopi KTP suami dan istri, fotokopi kartu keluarga, dan fotokopi buku nikah. Untuk KTP, kartu keluarga dan buku nikah, masing-masing saya fotokopi sebanyak sepuluh lembar. Pada akhirnya sepuluh lembar ini bersisa tapi, menurut saya, lebih baik sisa daripada kurang. Dokumen-dokumen ini saya masukkan ke dalam map tersendiri.

Rincian barang-barang di atas adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya. Bisa saja ada barang-barang yang menurut kamu tidak perlu dibawa atau justru ada barang-barang yang seharusnya dibawa tapi tidak masuk dalam rincian saya.

Baca juga : Daftar Kebutuhan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Bayi Baru Lahir

Semoga artikel ini bisa bermanfaat, terutama untuk kamu yang sedang bersiap menuju proses persalinan. Oya, kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan ya ;)

Tentang Operasi Caesar

31 July 2016
tentang-operasi-caesar

Ruang operasi bukan ruang yang asing untuk saya. Saya sudah pernah memasukinya. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Entah sudah berapa siang dan malam pernah saya habiskan disana.

Satu hal yang paling melekat di ingatan saya,

ruang operasi itu dingin. Sangat dingin.

Entah karena pendingin ruangan yang diatur sedingin mungkin agar sterilitas tetap terjaga atau,

karena malaikat maut berjaga disana.

Mungkin, banyak orang tidak suka berada di ruang operasi, apalagi menjalaninya. Tapi, saya, sejujurnya, suka berada di ruang operasi. Saya suka menjalani operasi.

Entah karena saya termasuk orang yang perfeksionis soal kebersihan dan kerapian sehingga merasa cocok disana atau,

karena kesunyiannya membuat saya bisa mengagumi maha karya Tuhan.

Baca juga : Alhamdulillah Saya Hamil

Di antara sekian banyak jenis operasi yang pernah saya jalani, operasi caesar adalah yang paling sering. Iya, saya sudah pernah menjalani operasi caesar. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali. 

Saya tahu prosedurnya. Saya hafal prosedurnya. Langkah demi langkah. Karena saya memang 'dituntut' untuk itu.

tentang-operasi-caesar

Berjeda kurang lebih 7 tahun, kini saya akan menambah jumlah hitungan operasi caesar yang pernah saya jalani. Ya, saya akan kembali masuk ruang operasi dan menjalani operasi caesar. 

Tapi, kali ini, muncul rasa yang berbeda.

Saya takut. Sangat takut.

Sepertinya semua ilmu tentang operasi caesar tidak pernah saya ketahui dan saya hapal. Seperti nya semua pengalaman tentang operasi caesar tidak pernah saya alami.

Entah apa yang saya takuti.

Mungkin karena semua yang sudah saya alami selama 37 minggu ini bersama anak dalam kandungan saya.

Mungkin karena selama ini saya menjalani operasi caesar sebagai asisten dokter Sp.OG, satu dari serangkaian syarat yang harus saya penuhi untuk menjadi dokter umum, sedangkan kali ini saya akan menjalani operasi caesar sebagai pasien.

Baca juga : Menjadi Seorang Dokter

Kadang, terlalu banyak tahu itu menakutkan.

Atau, mungkin, sederhana saja, karena saya hanya manusia biasa.

Operasi caesar...

Saya tahu prosedurnya. Saya hapal prosedurnya. Langkah demi langkah. Tapi satu hal yang tidak akan pernah saya tahu. Satu hal yang tidak akan pernah saya hapal.

Hasilnya.

Mungkin itu yang membuat saya takut.

Mendoakan Yang Berbeda Keyakinan

26 July 2016
Rasulullah bersabda,
"Barang siapa menyakiti kafir Dzimmi,
maka Aku (Rasulullah) akan menjadi lawannya di hari kiamat."
(HR. Muslim)

mendoakan-yang-berbeda-keyakinan

Hari itu hari Minggu. Saya, suami dan ibu saya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli barang-barang keperluan bayi. Saat itu kehamilan saya berusia 29 minggu.

Saya pergi ke pusat perbelanjaan tersebut dengan membawa kursi roda untuk saya gunakan selama berada disana. Selesai berbelanja, ketika sedang menunggu lift untuk turun, di depan saya berdiri seorang kakek dengan dua orang perempuan yang kemudian saya ketahui adalah anak dan cucunya. Saya menduga mereka baru pulang dari kebaktian karena melihat kalung salib dan Alkitab yang digenggam kakek itu. Setahu saya di lantai paling atas pusat perbelanjaan tersebut setiap hari Minggu memang selalu diadakan kebaktian.

Perlukah Anak Diberi Hukuman Fisik Agar Terdidik?

05 July 2016
Disclaimer : Isi artikel ini murni pendapat pribadi saya dan tidak membela pihak manapun. Artikel ini dibuat untuk membuka sudut pandang baru. Artikel ini dibuat untuk mengingatkan yang terlupa.

perlukah-anak-diberi-hukuman-fisik-agar-terdidik

Berhari-hari jelang Idul Fitri kemarin timeline media sosial saya dipenuhi oleh berita seorang guru yang diperkarakan orangtua muridnya karena guru tersebut dikabarkan mencubit anak muridnya yang nakal.

Berita seperti ini bukan berita baru. Bukan juga kasus baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebelumnya sudah ada beberapa guru yang juga diperkarakan oleh orangtua muridnya karena alasan memberikan hukuman fisik.

Tadinya saya tidak mau berkomentar tapi kemudian melihat perkembangan kasus orangtua versus guru ini, pikiran dan perasaan saya 'berontak'...

perlukah anak diberi hukuman fisik agar terdidik?

Berbelanja Barang Berkualitas Dengan Harga Murah

25 June 2016
belanja-barang-berkualitas-dengan-harga-murah

Membaca judul artikel ini rasanya seperti tidak mungkin ya kita bisa belanja barang berkualitas dengan harga murah...

Biasanya, barang-barang berkualitas kan 'ada harganya'. Bahkan ada istilah 'ada rupa ada harga'. Tapi, zaman sekarang, apa yang tidak mungkin? Semua mungkin, termasuk belanja barang berkualitas dengan harga murah.

Bagaimana caranya?

Cegah Influenza Dengan Vaksin Influenza Bersama In Harmony Clinic

14 June 2016
cegah-influenza-dengan-vaksin-influenza-bersama-in-harmony-clinic

[Artikel ini diikutsertakan dan berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi blog yang diselenggarakan oleh BLOGGER PEREMPUAN NETWORK dan IN HARMONY CLINIC]

Banyak orang berpikir bahwa vaksinasi hanya berlaku untuk bayi dan anak-anak. Faktanya, orang dewasa juga perlu divaksinasi.

Vaksinasi adalah proses penyuntikan mikroorganisme yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh dengan tujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Apa gunanya vaksinasi pada orang dewasa?

Jangan Takut Miskin Karena Anak

10 June 2016
jangan-takut-miskin-karena-anak

Hari Sabtu satu minggu yang lalu adalah jadwal saya kontrol kehamilan ke dokter. Alhamdulillah bertepatan dengan jelang bulan Ramadhan jadi sekalian saya mau tanya apa saya bisa melaksanakan ibadah puasa atau tidak.

Dari pemeriksaan USG, Alhamdulillah janin saya baik-baik saja tapi...

Kehamilan Trimester Kedua

18 May 2016
kehamilan-trimester-kedua

Alhamdulillah kehamilan trimester kedua saya terasa lebih mudah dibandingkan dengan kehamilan trimester pertama. Utamanya karena perdarahan yang sering saya alami di trimester pertama tidak sering lagi saya alami di trimester kedua jadi pelan-pelan saya bisa mulai melakukan aktivitas-aktivitas ringan.

Aktivitas favorit saya di trimester kedua ini adalah santai di teras rumah dan menikmati matahari pagi sambil sarapan. Kenapa aktivitas ini jadi favorit saya? Karena selama bertahun-tahun aktivitas ini jarang saya lakukan. Selama bertahun-tahun, setiap pagi saya pasti sibuk mempersiapkan diri untuk kerja. Kalau pun ada waktu libur, seringnya saya gunakan untuk mengerjakan tugas atau ikut seminar atau workshop. Kalau dipikir-pikir, ternyata ada hikmahnya juga ya. Saya jadi bisa punya "me time" dan lebih fokus dengan kehamilan saya.

Sampai di kehamilan trimester kedua ini, berat badan saya sudah naik hampir 13 kg. Senangnya bukan main! Soalnya saya ini tipikal orang yang susaaahh sekaliii menaikkan berat badan. Mau makan seberapa banyak seberapa sering pun berat badan saya akan stabil di angka segitu saja.

Walau berat badan saya naik hampir 13 kg, sepertinya perubahan jelas hanya terlihat di perut saya yang semakin maju dan di area pinggang dan panggul saya yang semakin melebar. Lainnya masih sama seperti sebelum hamil. Setidaknya begitu kata orang-orang yang melihat saya. Mungkin karena saya tinggi ya, hehe ;)

Awalnya saya sempat khawatir. Berat badan saya terus bertambah tapi kok sepertinya fisik saya 'begini-begini saja'. Saya khawatir hanya saya yang bertambah berat badannya tapi berat janin saya kurang atau air ketubannya tidak cukup. Alhamdulillah, menurut pantauan dokter melalui USG, berat janin saya terus bertambah sesuai normalnya. Air ketuban saya juga normal.  

Anyway, selama kehamilan trimester kedua ini saya mengalami hal-hal "seru" loh ^^

Bagaimana Seharusnya Kita Mendidik Anak?

05 May 2016
bagaimana-seharusnya-kita-mendidik-anak-anak-kita

Kejadian ini terjadi 5 hari sebelum artikel ini di-publish.

Saat itu saya terbangun dari tidur nyenyak saya di jam 03:30. Saya merasa perlu menekankan kata 'tidur nyenyak' karena di jam-jam sebelumnya saya susah tidur akibat batuk-batuk yang membuat dada saya sakitnya bukan main. Mungkin ini disebabkan alergi saya kambuh.

Saya terbangun karena suara ribut dari luar rumah. Seketika saya merasakan kepanikan dan kecemasan.

Ada apa ini!?

Vitamin Supaya Anak Pintar dan Cerdas

28 April 2016
vitamin-supaya-anak-pintar-dan-cerdas

"Dok, vitamin apa ya yang bagus untuk anak saya supaya anak saya pintar dan cerdas?"

Foto Digunakan Tanpa Izin

20 April 2016
foto-digunakan-tanpa-izin

Sekitar satu bulan yang lalu saya mendapati foto saya digunakan tanpa izin oleh salah satu akun di Facebook untuk berjualan. Asal muasalnya adalah salah satu teman saya mention saya di kolom komen foto tersebut.

Foto yang digunakan adalah foto lama saya ketika saya baiat dokter umum (saya unggah kurang lebih lima tahun lalu ke Facebook). Di foto tersebut saya menggunakan kebaya dan kain bawahan mega mendung khas Cirebon. Mungkin kamu sudah bisa menebak ya foto tersebut digunakan untuk berjualan apa.

Gusi Bengkak dan Berdarah Saat Hamil

06 April 2016
gusi-bengkak-dan-berdarah-saat-hamil

Ada yang pernah mengalami gusi bengkak dan berdarah saat hamil?

Saya baru saja mengalaminya.

Ceritanya, satu hari, langit-langit mulut sebelah kanan saya terasa nyut-nyutan. Saat itu kehamilan saya baru saja memasuki trimester kedua. Awalnya saya diamkan. Saya pikir, nanti akan hilang sendiri. Tapi keesokan harinya rasa nyut-nyutan itu masih ada. Malah ditambah dengan rasa seperti ada yang mengganjal.

Karena langit-langit mulut yang terasa nyut-nyutan dan mengganjal itu sulit dilihat, saya coba untuk menyentuhnya dengan lidah. Saya merasakan gusi sisi dalam saya kok seperti bengkak... Selain itu, saya lihat gusi sisi luar di tempat yang terasa bengkak itu warnanya lebih merah dan seperti menggembung sehingga gigi yang tertanam disitu tampak seperti terbenam dalam gusi.

Wah... Kenapa nih!?

Cara Menghitung Usia Kehamilan

13 March 2016
cara-menghitung-usia-kehamilan

Saya merasa perlu menulis blog post tentang cara menghitung usia kehamilan karena ternyata banyak orang yang belum/tidak tahu cara menghitung usia kehamilan yang benar. Nah, melalui blog post ini saya mau berbagi ilmu yang benar tentang cara menghitung usia kehamilan.

Kehamilan Trimester Pertama

03 March 2016

Kehamilan trimester pertama saya bisa dibilang tidak mudah karena sepanjang trimester pertama itu saya mengalami keluar flek (perdarahan ringan). Menurut dokter, keluar flek ini terjadi sebagai akibat dari kontraksi rahim. Kontraksi rahim bisa terjadi salah satunya karena bertambahnya ukuran rahim.

Keluar flek yang saya alami ini terjadi berkali-kali dan berlangsung berhari-hari. Menurut dokter, hal ini berisiko menyebabkan keguguran. Oleh karena itu, dokter mengharuskan saya untuk bed rest. Saya pun harus mengkonsumsi berbagai macam obat untuk menguatkan kandungan saya. Tidak hanya obat minum tapi juga obat yang harus dimasukkan ke dalam vagina dan disuntikkan di bokong.

Awalnya, aktivitas-aktivitas ringan masih saya lakukan sendiri, seperti, kalau mau mandi, saya ambil baju dan handuk sendiri atau, kalau mau makan, saya ambil makan dan minum sendiri ke dapur tapi, ternyata, hal ini membuat flek semakin sering terjadi, bahkan pernah sampai seperti menstruasi yang membuat dokter harus mengirim perawat ke rumah saya untuk menyuntikkan obat tambahan di bokong saya selama 3 hari berturut-turut. Akhirnya, dokter mengharuskan saya untuk total bed rest.

Baca juga : Alhamdulillah Saya Hamil

Selama berminggu-minggu 'dunia' saya hanya sekitaran tempat tidur dan kamar mandi, walau, sebenarnya, bangun dari tempat tidur untuk ke kamar mandi juga tidak dianjurkan oleh dokter. Tapi, saya nawar *hehehe* karena saya merasa risih kalau tidak 'bersih-bersih' di kamar mandi.

Selama berminggu-minggu saya harus sangat berhati-hati dalam bergerak, bahkan untuk ganti posisi badan saja harus saya lakukan dengan sangat pelan, supaya tidak terjadi kontraksi.

Selama berminggu-minggu saya mengisi waktu bed rest dengan menonton televisi, membaca buku atau sesekali melihat media sosial. Tadinya saya pikir saya bisa mengisi waktu dengan blogging tapi tubuh saya tidak bisa 'diajak' duduk lama, bahkan sampai sekarang pun.

Selama berminggu-minggu saya tidak keluar rumah. Saya keluar rumah hanya untuk kontrol ke dokter. Itu pun ada jadwal kontrol yang akhirnya mundur. Alhamdulillah dokter saya selalu bisa dihubungi melalui Whatsapp. Klinik tempat saya kontrol pun sewaktu-waktu bisa kirim perawat ke rumah. Saya tidak bisa memenuhi beberapa janji temu dan undangan acara. Bahkan, saya mundur dari aktivitas magang saya di FKUI/RSCM yang sudah setengah jalan. Iya, saat rezeki hamil itu datang, saya sedang dalam "perjalanan" mewujudkan cita-cita saya untuk sekolah lagi.

Hal ini tentu saja sangat sulit bagi saya yang terbiasa beraktivitas dan melakukan berbagai hal sendiri. Tapi, sesulit apapun rasanya, yang saya pikirkan hanya janin dalam kandungan saya.

Selain keluar flek, saya juga mengalami hal-hal berikut di kehamilan trimester pertama :

Migraine

Sebenarnya migraine ini sudah ada jauh sebelum saya hamil. Tapi, saat saya hamil, migraine ini jadi sering kambuh. Dokter menjelaskan ini pengaruh dari perubahan hormon di awal kehamilan dan karena saya stres memikirkan kandungan saya akibat keluar flek yang saya ceritakan di atas. Untuk mengatasinya, dokter menganjurkan saya untuk minum obat paracetamol dan mengendalikan stres.

Selain dengan obat, untuk meredakan dan mencegah kambuhnya migraine, saya lebih sering beristirahat di ruangan minim cahaya. Saya berangkat tidur malam lebih cepat dari sebelumnya. Saya juga memperbanyak konsumsi air putih. Sesekali saya minta tolong mama untuk memijat ringan pundak dan punggung atas saya.

Paling penting adalah saya berusaha untuk 'ngga mikir'. Untuk hal ini saya harus berterima kasih kepada keluarga dan suami saya yang sangat suportif dan rajin 'mendoktrin' saya dengan hal-hal positif. Mama bilang, semua hal yang terjadi di kehamilan saya ini adalah ujian dari Allah karena Allah mau menitipkan anakNya. Maha karyaNya. Suami saya bilang, semua hal yang terjadi di kehamilan saya ini, insya Allah, bisa menjadi penggugur dosa-dosa saya. 

Jerawat

Pada dasarnya, jenis kulit wajah saya berminyak jadi memang mudah berjerawat. Tapi, belum pernah wajah saya 'rusuh' seperti di kehamilan trimester pertama ini. Segala macam jerawat muncul di wajah saya. Mulai dari jerawat kecil-kecil bruntusan sampai jerawat bisul. Anehnya, jenis kulit wajah saya berminyak tapi saya merasa kulit saya kering, kasar dan seperti kehilangan kekenyalannya.

Bisa jadi ini karena hormonal kehamilan ditambah efek samping dari berbagai obat penguat kandungan yang saya konsumsi atau bisa jadi karena saya harus total bed rest sehingga saya lama absen merawat wajah atau bisa jadi karena keduanya.

Walau saya tidak bisa melakukan perawatan wajah lengkap seperti yang biasa saya lakukan, saya tidak absen membersihkan wajah dengan micellar water, cleanser, dan face wash saat saya mandi. Saya juga tetap rajin menyemprotkan isotonic water dan mengoleskan tea tree oil pada kulit wajah yang berjerawat.  

Susah buang air besar

Bukan frekuensi buang air besarnya yang menjadi berkurang atau jarang tapi susah buang air besar yang saya maksud adalah susah mengeluarkan fesesnya. Ini merupakan efek samping dari obat-obat penguat kandungan yang saya konsumsi. Yang lebih tidak mengenakkan adalah karena dokter berpesan agar saya tidak mengejan setiap saya buang air besar karena dikhawatirkan tekanan yang ditimbulkan dapat merangsang kontraksi rahim.

Untuk mengatasi hal ini, saya gila-gilaan memperbanyak konsumsi air putih, yoghurt, sayur dan buah.

Mual dan muntah

Mual dan muntah adalah gejala normal yang paling sering dialami oleh ibu hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Namun, mual dan muntah bisa menjadi tidak normal dan membahayakan jika ibu hamil mengalami muntah lebih dari 3x/hari dan atau tidak bisa makan.

Alhamdulillah saya tidak sering mengalami mual dan muntah. Dalam seminggu bisa dihitung jari sebelah tangan sehingga sama sekali tidak mengganggu nafsu makan saya. Malah, kalau sudah selesai muntah, saya menjadi semakin lahap makannya ^^ Walau begitu, dokter tetap membekali saya dengan obat anti mual dan muntah.

Keputihan

Peningkatan hormon estrogen dan aliran darah ke area vagina dapat menyebabkan terjadinya keputihan pada ibu hamil. Keputihan ini ada yang normal dan ada juga yang tidak normal. Keputihan yang normal apabila lendir yang keluar tidak berbau, tidak berbusa, berwarna jernih atau putih seperti susu, tidak menimbulkan rasa gatal dan atau rasa panas/terbakar di area vagina. Kalau lendir yang keluar berbau amis/busuk, berbusa, berwarna kuning, hijau atau abu-abu, menimbulkan rasa gatal dan atau rasa panas/terbakar di area vagina maka keputihan ini disebabkan oleh infeksi.

Alhamdulillah, menurut pemeriksaan dokter, keputihan yang saya alami termasuk keputihan yang normal. Dokter hanya menganjurkan saya untuk menjaga area vagina agar tetap bersih dan kering serta memakai dalaman yang tidak terlalu ketat dan menyerap keringat. Untuk kenyamanan, selama mengalami keputihan, saya menggunakan pantyliners.

Pengentalan darah

Saat memasuki bulan kedua kehamilan, saya merasa tubuh saya melemah. Mau apa-apa jadi tidak kuat. Saya juga semakin tidak kuat duduk apalagi berdiri. Rasanya seperti orang mau pingsan (pandangan gelap dan tubuh serasa melayang).

Saya pikir mungkin karena saya terlalu lama bed rest. Ketika hal ini saya keluhkan ke dokter, ditambah dengan adanya keluhan migraine yang sering kambuh tadi, dokter menganjurkan saya untuk melakukan pemeriksaan darah. Setelah mendapatkan hasilnya, diketahui kalau saya mengalami pengentalan darah. Saya sempat kaget karena seumur hidup saya sebelum hamil saya tidak pernah mengalami pengentalan darah. Dokter menjelaskan kalau pengentalan darah yang saya alami dipicu oleh kehamilan. Untuk mengatasi hal ini, dokter meresepkan obat pengencer darah.

Pengentalan darah yang terjadi pada ibu hamil harus segera diatasi karena dapat berakibat tidak baik pada janin yang sedang dikandung. Janin tidak akan mendapat cukup nutrisi dan oksigen untuk dapat berkembang seperti seharusnya.     

Sensitif terhadap dering handphone

Terkadang ibu hamil mengalami hal-hal random seperti jadi tidak suka dandan atau justru jadi suka dandan, jadi tidak suka wangi parfum, dan lain sebagainya. Nah, yang terjadi pada saya adalah saya jadi sensitif terhadap dering handphone. Saya merasa, dering apapun yang keluar dari handphone itu annoying. Jadi, selama hamil, handphone saya selalu berada dalam silent mode. Benar-benar silent, bukan vibrate. Jadi, maaf ya kalau ada telepon yang tidak diangkat, chat atau mention di media sosial yang lama dibalas ;p

Baca juga : Kehamilan Trimester Kedua

Ada yang sudah pernah atau justru sedang menikmati kehamilan trimester pertama? Share di komen dong hal-hal yang kalian alami. Ada yang mengalami hal yang sama dengan saya?

Alhamdulillah Saya Hamil

alhamdulillah-saya-hamil

"Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisiMu,
sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Doa."
(QS. Ali 'Imran : 38)

Muncul kekhawatiran ketika memasuki usia 1 tahun pernikahan saya belum hamil. Apalagi ketika melihat teman-teman yang menikah setelah saya lebih dulu hamil dan melahirkan. Berdasarkan ilmu yang saya punya, kalau di usia 1 tahun pernikahan belum terjadi kehamilan dalam rumah tangga maka pasangan suami istri sebaiknya memeriksakan kesehatan reproduksinya ke dokter.

Auto Post Signature

Auto Post Signature