Top Social

SADARI. Kamu Bisa Menderita Kanker Payudara.

24 October 2019
sadari-kamu-bisa-menderita-kanker-payudara

Bulan Oktober dikenal sebagai Breast Cancer Awareness Month yaitu suatu kampanye tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk menyoroti bahaya kanker payudara dan pentingnya melakukan pencegahan serta deteksi dini kanker payudara dengan SADARI (pemerikSAan payuDAra sendiRI). Kampanye ini juga ditujukan untuk mendukung para penderita kanker payudara dan mereka yang anggota keluarganya menderita kanker payudara.

Merujuk pada data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per 31 Januari 2019, angka kejadian kanker di Indonesia menunjukkan peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Angka kejadian kanker di Indonesia menempati urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke-23 di Asia. Angka kejadian kanker tertinggi untuk laki-laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Sedangkan angka kejadian kanker tertinggi untuk perempuan adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Kanker payudara terjadi karena sel-sel payudara tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali tersebut bisa menyebar (metastasis) melalui aliran darah ke organ-organ vital, seperti paru-paru, sehingga dapat menyebabkan kematian.

sadari-kamu-bisa-menderita-kanker-payudara

Siapa saja yang berisiko menderita kanker payudara?


Perempuan dan laki-laki sama-sama berisiko menderita kanker payudara walau jumlah kasus pada laki-laki sangat sedikit yaitu sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara.

Apa penyebab kanker payudara?


Penyebab pasti kanker payudara masih belum diketahui tapi faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko kanker payudara :

Perempuan

Lebih dari 90% kasus kanker payudara diderita oleh perempuan. 

 Usia

Risiko terjadinya kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. 

✔ Genetik

Kanker payudara bukan penyakit herediter (penyakit yang diturunkan) tapi adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

✔ Riwayat keluarga

Kalau kamu mempunyai anggota keluarga, terutama keluarga inti (orang tua, saudara kandung, anak), yang mengidap kanker payudara maka itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

✔ Riwayat adanya benjolan jinak

Tidak semua benjolan pada payudara berarti keganasan tapi, kalau ditemukan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

✔ Riwayat kanker payudara sebelumnya

Kalau kamu pernah menderita kanker payudara maka itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada payudara yang sama atau pada payudara sebelahnya.

✔ Mengalami menstruasi pertama di usia <12 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Mengalami menopause di usia >55 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Belum pernah melahirkan atau melahirkan anak pertama di usia >35 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen (tidak terhalang oleh proses kehamilan).

✔ Tidak pernah menyusui

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Kelebihan berat badan atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas akan meningkatkan produksi estrogen.

✔ Kebiasaan merokok

Penelitian menunjukkan bahwa kasus baru kanker payudara terjadi 24% lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok dan 13% lebih tinggi pada mantan perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

✔ Kebiasaan mengonsumsi alkohol

Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dan merusak DNA dalam sel. 

✔ Paparan radiasi

Paparan radiasi seperti sinar roentgen atau CT scan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Apa saja gejala kanker payudara?

Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala yang khas tapi gejala-gejala berikut dapat dijadikan petunjuk :

✔ Benjolan pada payudara

Walaupun kebanyakan (90%) benjolan pada payudara bukanlah suatu keganasan tapi, kalau ditemukan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

✔ Pembengkakan pada ketiak

Pembengkakan yang dimaksud adalah pembengkakan yang terjadi di luar masa menstruasi.

✔ Rasa nyeri pada payudara dan/atau ketiak

Rasa nyeri pada payudara dan/atau ketiak yang dimaksud adalah rasa nyeri yang muncul di luar masa menstruasi dan tanpa penyebab lain (misalnya, trauma).

✔ Ruam kemerahan

Terdapat di sekitar puting atau kulit payudara.

✔ Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk

Dikenal dengan sebutan "peau d'orange (dibaca : po do rang)"

✔ Terdapat area yang mengeras pada payudara

Area yang mengeras ini terjadi sebagai akibat dari penebalan jaringan payudara.

✔ Keluar cairan yang tidak biasa dari puting (bukan ASI)

Kadang-kadang cairan tersebut mengandung darah.

✔ Perubahan pada puting

Misalnya, puting mengerut atau tertarik ke dalam, muncul rasa gatal dan/atau sensasi seperti terbakar pada puting.

✔ Perubahan bentuk dan atau ukuran payudara

Terdapat perbedaan bentuk dan atau ukuran kedua payudara yang mencolok.

Apakah kanker payudara dapat diterapi?


Ketika seseorang telah didiagnosis menderita kanker payudara maka terapi harus segera dimulai. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ-organ lain.

Terapi kanker payudara akan disesuaikan dengan tipe kanker, stadium kanker, usia dan keadaan penderita, ada atau tidaknya penyebaran, ada atau tidaknya penyulit dan ada atau tidaknya komplikasi lain. Terapi kanker payudara dapat berupa radioterapi, kemoterapi, operasi, terapi biologi dan atau terapi hormon.

Apakah kanker payudara dapat dicegah?

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker payudara. Utamanya adalah dengan menjalankan pola hidup sehat seperti berikut :

✔ Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang

Penelitian menunjukkan bahwa makanan-makanan seperti buah, sayur, kacang-kacang, dan biji-biji dapat membuat tubuh lebih sehat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjaga risiko kanker payudara serendah mungkin. Kanker payudara tidak umum terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya mengkonsumsi sayur dan makanan rendah lemak (lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda).

✔ Olahraga teratur

Orang yang berolahraga secara teratur cenderung lebih sehat, lebih mungkin untuk mengendalikan berat badan dan sedikit atau, justru, tidak memiliki kelebihan lemak dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Kelebihan lemak akan menghasilkan kelebihan estrogen dan ketika sel-sel payudara terpapar kelebihan estrogen dari waktu ke waktu maka risiko kanker payudara akan meningkat.

✔ Mengendalikan berat badan

Diukur dengan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index).

✔ Berhenti merokok

Penelitian menunjukkan risiko kanker payudara invasif tertinggi terdapat pada perempuan yang mulai merokok pada usia dini. Perempuan yang mulai merokok sebelum siklus menstruasi pertamanya memiliki risiko kanker payudara 61% lebih tinggi bila dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok. Sementara perempuan yang mulai merokok setelah siklus menstruasi pertamanya tapi jauh sebelum memiliki anak maka perempuan tersebut memiliki risiko kanker payudara 45% lebih tinggi bila dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok. Hal ini dikarenakan jaringan payudara belum sepenuhnya berkembang sehingga membuat jaringan payudara lebih sensitif terhadap efek berbahaya dari tembakau.

✔ Berhenti mengonsumsi alkohol

Dibandingkan dengan perempuan yang sama sekali tidak mengonsumsi alkohol, perempuan yang mengonsumsi alkohol 3 kali dalam seminggu memiliki risiko 15% lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara. Para ahli memperkirakan bahwa risiko terjadinya kanker payudara akan bertambah 10% untuk setiap penambahan alkohol yang diminum secara teratur setiap hari.

✔ Menyusui

Para peneliti dari University of Granada di Spanyol dalam Journal of Clinical Nursing melaporkan bahwa menyusui 1,5-2 tahun atau minimal 6 bulan dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Hal ini dikarenakan siklus menstruasi pada perempuan menyusui lebih sedikit (ditambah dengan tidak menstruasi selama masa kehamilan) sehingga kadar estrogen menjadi lebih rendah. Selain itu, perempuan yang sedang menyusui akan cenderung makan makanan yang bergizi dan menjalani pola hidup sehat.

Apakah kanker payudara dapat dideteksi sejak dini?

Kanker payudara dapat dideteksi sejak dini. Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Dianjurkan untuk melakukan SADARI setiap satu bulan sekali. SADARI sebaiknya dilakukan di antara hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi (karena pada saat itu hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah) atau dilakukan setiap bulan pada tanggal yang sama bagi perempuan yang sudah menopause.

✔ Lepaskan semua pakaian bagian atas sehingga area pinggang ke atas terbebas sepenuhnya.

✔ Berdiri di depan cermin. Kedua payudara dan area sekitarnya harus dapat dilihat dengan jelas.

✔ Dengan kedua lengan berada di samping dalam keadaan santai, perhatikan kedua payudara.

Apakah kedua payudara terlihat simetris?
Apakah terdapat perubahan bentuk, ukuran, dan atau warna kulit pada kedua payudara?
Apakah terdapat perubahan pada puting?
Apakah terdapat perubahan pada kulit puting dan atau kulit payudara?
Apakah terdapat adanya pembengkakan?

Sebagai catatan, jangan panik ketika kamu menemukan payudaramu tidak simetris karena pada dasarnya kedua payudara memang tidak simetris walau perbedaannya sangat tipis.

sadari-kamu-bisa-menderita-kanker-payudara

✔ Letakkan kedua tangan di pinggang, bungkukkan bahu dan condongkan badan sedikit ke depan kemudian perhatikan kedua payudara seperti poin-poin di checklist ketiga.

✔ Letakkan kedua tangan di belakang kepala, dorong tangan ke depan dan perhatikan kedua payudara seperti poin-poin di checklist ketiga.

✔ Angkat salah satu lengan dan mulai raba payudara menggunakan ujung jari ke-2, 3, dan 4. Raba payudara dengan penekanan menggunakan salah satu atau lebih metode perabaan (lines, circles, wedges) seperti pada gambar di bawah.

sadari-kamu-bisa-menderita-kanker-payudara

Apakah terdapat benjolan pada payudara dan atau ketiak?
Apakah terdapat perubahan kontur dan atau tekstur pada payudara dan atau area sekitarnya?
Apakah terdapat pembengkakan pada ketiak?
Apakah terdapat area yang mengeras pada payudara?

Setelah selesai, ganti dengan lengan yang satunya.

✔ Remas perlahan kedua puting dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar (bukan ASI).

✔ Ulangi langkah-langkah di atas dalam keadaan berbaring. Jangan lupa untuk mengganjal punggung atas dengan handuk atau bantal agar posisi payudara menjadi mendatar.

Banyak wanita melaporkan bahwa SADARI lebih mudah dilakukan saat sedang mandi karena pada saat itu kondisi kulit basah dan licin. Apabila dari pemeriksaan payudara ditemukan satu atau lebih hal yang tidak biasa maka segera periksakan diri ke dokter.

Mengingat laki-laki juga berisiko menderita kanker payudara maka laki-laki juga perlu melakukan SADARI tapi hanya sebatas puting karena kelenjar payudaranya tidak berkembang.

Pemeriksaan payudara juga dapat dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG) payudara/breast ultrasound dan mamografi. Pemeriksaan USG payudara atau mamografi, sebaiknya, dilakukan 1 minggu setelah bersih menstruasi sampai dengan 1 minggu sebelum menstruasi berikutnya agar hasil pemeriksaan maksimal dan mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara. Untuk memudahkan saat proses pemeriksaan, pakailah pakaian berupa atasan dan bawahan (bukan pakaian terusan). Kalau sebelumnya sudah pernah melakukan USG payudara atau mamografi, sebaiknya, hasil pemeriksaan terdahulu dibawa pada pemeriksaan selanjutnya sebagai perbandingan.

✔ Ultrasonografi (USG) payudara/breast ultrasound

Adalah pemeriksaan payudara dengan alat khusus yang menggunakan gelombang suara. USG payudara efektif digunakan untuk wanita usia di bawah 35 tahun karena jaringan payudara di usia tersebut masih padat. Karena USG menggunakan gelombang suara maka pemeriksaan ini aman dilakukan pada wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Lakukan USG payudara setiap satu tahun sekali atau sesuai petunjuk dokter.

✔ Mamografi

Adalah pemeriksaan payudara dengan alat khusus yang menggunakan sinar roentgenMamografi efektif digunakan untuk wanita usia di atas 35 tahun karena di usia tersebut payudara lebih banyak berisi lemak. Walaupun mamografi menggunakan sinar roentgen namun sejauh ini mamografi tidak terbukti merusak jaringan payudara atau menyebabkan penyebaran kanker payudara.

Untuk wanita berusia 40-45 tahun, sebaiknya, lakukan mamografi setiap 3 tahun sekali. Untuk wanita berusia 50 tahun, sebaiknya, lakukan mamograsi setiap 2-3 tahun sekali. Untuk wanita berusia 60 tahun, sebaiknya, lakukan mamografi setiap 1-2 tahun sekali.

Sebaiknya tidak menggunakan deodoran, bedak, dan atau krim pada payudara, daerah sekitar ketiak, dan ketiak ketika akan melakukan mamograsi karena bisa mengaburkan hasil pemeriksaan.

Terkadang pemeriksaan mamografi perlu dikombinasikan dengan ultrasonografi payudara untuk memperjelas hasil pemeriksaan. 

Jadi, sudahkah kamu memeriksa payudaramu? Kalau belum, sekarang adalah waktu yang tepat.

sadari-kamu-bisa-menderita-kanker-payudara

Terutama bagi perempuan, payudara adalah aset. Aset tidak hanya dalam makna estetis dan seksual tapi, lebih dari itu, payudara adalah perantara kehidupan. Melalui payudara, Tuhan menitipkan "bekal" pertama kehidupan anak-anakmu.

Bagi kamu yang belum menderita kanker payudara, kamu yang belum mempunyai anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan/atau kamu yang belum pernah berhubungan dengan para penderita kanker payudara, mungkin, ngga punya banyak gambaran seberapa bahaya dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh kanker payudara ini sehingga, mungkin, kamu merasa masih bisa mengabaikannya.

Tapi, bagiku, melihat wajah itu... melihat dada/payudara dengan bekas sayatan operasi... meraba dada/payudara yang sekeras papan... cukup membuat hatiku menangis.

Ada yang kemudian bertahan hidup, banyak juga yang tidak.

Perlu berapa banyak orang lagi supaya kamu sadar? Atau, kamu perlu mengalaminya dulu baru kesadaranmu muncul?

Aku bisa memahami kalau kamu memberikan alasan takut. Aku juga, sebenarnya, takut tapi bukan takut memeriksa diri tapi takut menderita kanker payudara dan rasa takut itu yang justru terus menyemangatiku untuk tidak mengabaikan payudaraku, tubuhku, kesehatanku, hidupku, anakku, hidup anakku...

sumber : www.thescarproject.org

sumber : www.thescarproject.org

sumber : www.thescarproject.org

sumber : www.thescarproject.org

Aku sangat berharap artikel ini bisa menggugah kesadaran dan keberanianmu untuk melakukan pencegahan dan memeriksakan diri. Aku juga sangat berharap kamu mau membantuku menyebarkan informasi tentang kanker payudara ini ke orang-orang yang kamu sayangi.

Kalau kamu punya pertanyaan dan/atau mau berbagi pengalaman, kolom komentar saya terbuka untukmu ya.

Terima kasih sudah membaca artikel ini ;)

[Artikel ini ditulis sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker payudara guna pencegahan dan deteksi dini kanker payudara, salah satunya, dengan cara SADARI bersama komunitas Blogger Perempuan melalui Breast Cancer Blogger Perempuan Movement, in Collaboration with Wacoal. Wacoal ikut mendukung bulan Kanker Payudara dengan menyediakan kotak donasi di Toko Wacoal]
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature

Auto Post Signature