May 17, 2017

Virus Yang Lebih Berbahaya Dari Ransomware WannaCry

virus-yang-lebih-berbahaya-dari-ransomware-wannacry

Beberapa hari belakangan, dunia teknologi dihebohkan dengan adanya serangan sebuah ransomeware baru bernama Wanna Decryptor alias WannaCry.

Ransomware adalah sebuah malware (software atau program yang dirancang khusus untuk merusak sistem komputer secara diam-diam) yang mengunci data dengan enkripsi (tulisan dalam kode) kemudian berusaha memeras korban dengan meminta tebusan untuk menebus data yang terkunci. Ransomware WannaCry ini dapat menyebar luas dalam waktu singkat melalui jaringan internet. Dengan kata lain, ransomware WannaCry bisa menginfeksi sistem komputer secara otomatis. 

Banyak negara dibuat repot dengan adanya serangan ini karena ransomware WannaCry menyerang sistem komputer rumah sakit dan instansi di berbagai negara dunia, termasuk Indonesia.

Ransomware Wannacry mulai terdeteksi di Indonesia pada tanggal 12 Mei 2017 Waktu Indonesia Barat dan berhasil menginfeksi sistem komputer dua rumah sakit di Jakarta yang menyebabkan sistem komputer antrean di dua rumah sakit tersebut tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya karena terkunci.

Kejadian ini kemudian membuat sejumlah rumah sakit dan instansi pemerintah maupun swasta, tidak terkecuali masyarakat awam yang menggunakan jaringan internet dalam aktivitas sehari-hari, langsung bertindak. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah dan mengatasi serangan ransomware WannaCry ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) pun segera mengeluarkan siaran pers

Saya sendiri mengetahui hal ini saat weekend. Saya sempat membaca beritanya di timeline Twitter saya. Awalnya, saya biasa saja sampai diketahui bahwa ransomware WannaCry berhasil masuk ke Indonesia dan menginfeksi sistem komputer dua rumah sakit di Jakarta yang disusul dengan munculnya siaran pers dari Kemenkominfo. Terlebih lagi ketika mendekati hari Senin, himbauan untuk tidak segera menyalakan komputer - cabut kabel LAN/Wi-Fi - backup data - update antivirus semakin gencar dilakukan. Dari situ kekhawatiran saya mulai muncul. Utamanya karena di rumah saya menggunakan jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity).

Walau begitu, tetap saja saya menggunakan internet seperti biasa karena ternyata ransomware WannaCry ini menyerang sistem Windows versi lama. Lagipula, tanpa ransomware WannaCry, data-data saya sudah hampir 2 bulan "terkunci" seiring dengan "kematian" laptop saya.

virus-yang-lebih-berbahaya-dari-ransomware-wannacry

Ada satu waktu ketika pemikiran dan pertanyaan ini terlintas di benak saya...

'Virus' ransomware WannaCry ini "hebat" karena kemampuannya menyerang dan menginfeksi sistem komputer bisa membuat hampir seluruh dunia bereaksi sebegitunya, bahkan panik, dan langsung bergerak melakukan pencegahan. Kalau pun ada yang tidak panik, setidaknya ransomware WannaCry ini tetap bisa menarik perhatian dan membuat banyak sekali orang menjadi "melek".

Di dunia kesehatan juga ada virus yang punya kemampuan "hebat" seperti itu. Tidak terhitung jumlahnya. Malah, bisa dibilang, kemampuannya "lebih hebat" karena mengancam nyawa. Tapi, entah kenapa, banyak orang masih bisa santai menghadapinya. Tidak lantas segera melakukan pencegahan.

Contoh, Human Papilloma Virus (HPV) yang bisa menyebabkan kanker serviks (leher rahim). Kanker serviks ini masih menjadi masalah utama kesehatan perempuan di Indonesia. Saat ini pun ada contoh nyata yang bisa kita lihat yaitu Julia Perez yang sedang berjuang melawan kanker serviks.

Julia Perez, dalam setiap kesempatan, bahkan sering mengingatkan semua perempuan akan pentingnya melakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi HPV (salah satunya) dan melakukan deteksi dini supaya tidak ada perempuan yang menderita sakit seperti dirinya. Tapi, tetap saja, banyak perempuan yang belum tergerak untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini.

Baca juga : Kamu Bisa Menderita Kanker Serviks Kalau Tidak Lakukan Dua Hal Ini

Atau, contoh lain, orang tua yang enggan memberikan anaknya vaksinasi. Padahal, vaksinasi adalah hak anak yang harus dipenuhi orang tua. Banyak sekali loh penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi...

Memang kedua hal ini tidak bisa dibandingkan karena kalau mau membandingkan sesuatu kan sesuatu itu harus sama. Tapi, maksud saya, adalah reaksinya.

Kejadian serangan pada sistem teknologi seperti kejadian serangan ransomware WannaCry ini bukan kejadian baru tapi kenapa setiap ada 'virus' yang menyerang sistem teknologi selalu bisa menarik perhatian banyak orang sebegitunya bahkan membuat panik sehingga orang segera melakukan pencegahan? Kenapa orang tidak bisa bereaksi yang sama atau bahkan lebih ketika ada virus yang jelas nyata mengancam menyerang nyawa manusia?

Kenapa?

No comments:

Post a Comment