Top Social

#NgobrolBarengDiniPutri : Perempuan Harus Pintar Dandan?

21 April 2017
perempuan-harus-pintar-dandan

Tumben... saya membahas soal dandan... hehehe ;p Iya karena ada yang istimewa nih! ^^

Jadi, semua ini berawal dari ajakan PutriKPM *iyaaa PutriKPM yang heeiiittss ituuu!* untuk berkolaborasi. Ketika Putri menanyakan, "Kak, mau kolaborasi ngga?" tanpa pikir panjang, langsung saya jawab iya! Siapa juga yang tidak mau berkolaborasi dengan PutriKPM? ;p

Selain karena saya tahu kualitas Putri sebagai seorang blogger, saya pikir ini adalah kesempatan saya belajar hal baru yaitu menulis topik lain di luar topik kesehatan dan sosial sekaligus sebagai penyegaran untuk pembaca blog saya juga.

Untuk kolaborasi ini, saya dan Putri sepakat memberi nama #NgobrolBarengDiniPutri karena, melalui kolaborasi ini, kami berdua mau mengajak kamu ngobrol tentang berbagai hal, khususnya hal-hal yang seringkali menimbulkan perbedaan pendapat. Bukan untuk berdebat tapi untuk menambah wawasan dan membuka pandangan lebih luas lagi. #NgobrolBarengDiniPutri akan published satu bulan sekali. Tepatnya di hari Jumat pagi (antara jam 9-10 *tergantung beresnya saya mengurus anak, hahaha, thanks Put!*).

Proses peluncuran kolaborasi ini tidak mudah loh! Ada saja hal-hal yang membuat kolaborasi ini ditunda-tunda peluncurannya. Mulai dari saya yang saat diajak kolaborasi sedang berada di luar kota dan tidak membawa laptop *iya, saya blogger yang harus pakai laptop untuk blogging*, ketika saya kembali dari luar kota giliran Putri yang ke luar negeri, laptop saya yang rusak sampai akhirnya datanglah hari ini yang bertepatan dengan Hari Kartini.

Peluncuran kolaborasi saya dan Putri yang bertepatan dengan hari Kartini ini sangat sesuai dengan topik perdana yang mau kami obrolin yaitu soal perempuan dan dandan (makeup).

Perempuan dan dandan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Seperti memang "sudah kodratnya" perempuan untuk berdandan. Tapi, apakah memang benar demikian? Apakah perempuan harus pintar dandan?

Sebelumnya, saya mau menginformasikan tentang kata 'dandan'. Kata 'dandan' adalah terjemahan bahasa Indonesia dari kata 'makeup'. Jadi, kurang tepat kalau ada yang mengatakan, "Dandan menggunakan makeup" karena kalimat tersebut menggunakan dua kata yang sama.

Kata 'dandan', menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, memiliki arti :

perempuan-harus-pintar-dandan
Sumber :http://kbbi.web.id/dandan

Artinya, kata 'dandan' tidak hanya merujuk pada wajah saja tapi seluruh tubuh. Walau begitu, artikel ini hanya akan membahas dandan sebatas wajah ya supaya bahasannya tidak terlalu panjang.

Ok, kembali ke pertanyaan di atas.

Apakah seorang perempuan harus pintar dandan?

Setiap perempuan pasti punya jawabannya sendiri berdasarkan pendapat pribadinya. Ada yang mengatakan harus, ada yang mengatakan tidak harus. Setiap pendapat memang harus kita hargai. Tapi, ada beberapa pendapat yang sering saya temukan dan selalu membuat saya gemas *hahaha* :

"It's all about natural beauty. Kalau 'dari sananya' sudah cantik, ngga usah dandan juga sudah cantik..."

Saya yakin, perempuan-perempuan yang dikatakan "dari sananya" sudah cantik pun pasti butuh dandan. Seminimalnya membutuhkan bedak, lipbalm dan menyisir rambut alis. Lagipula, di zaman sekarang, yang terlihat natural belum tentu benar natural karena bisa jadi yang terlihat natural itu justru hasil polesan produk-produk makeup. Contohnya adalah "no makeup" makeup yang belakangan ini menjadi tren.

"Gaya saya kan tomboi, jadi ngga perlu dandan..."

Saya punya pengalaman, dua teman saya yang tomboi pun butuh dandan. Waktu kuliah dulu, setiap selesai ishoma, sebelum masuk kelas berikutnya, dua teman saya yang tomboi ini pasti pakai bedak. Ketika saya tanya, keduanya menjawab bahwa dengan menggunakan bedak maka wajah akan terlihat lebih segar.

Jadi, perempuan tomboi pun butuh dandan. Hanya saja dandanannya berbeda. Perempuan yang tidak tomboi saja kan pasti berbeda-beda dandanannya ^^

"Don't judge a book by its cover..."

Memang benar bahwa jangan menilai buku dari sampulnya tapi ada kalanya sampul buku itu penting untuk diperhatikan bahkan penting untuk dibuat semenarik mungkin. Bagaimana orang bisa tahu isi sebuah buku kalau sampulnya tidak menarik orang untuk mencari tahu? Apalagi, di zaman sekarang, kebanyakan buku dibungkus rapat dengan plastik. Semakin susah untuk kita mencari tahu isinya. Sampul buku yang menarik akan memudahkan orang untuk mencari tahu tentang isi buku. Terlebih kalau sampul buku tersebut dilengkapi dengan ringkasan isi buku.

"Zaman sekarang kan salon dan makeup artist sudah banyak. Banyak juga yang bisa dipanggil ke rumah..."

Memang benar tapi tidak selamanya kita bisa mengandalkan salon atau makeup artist. Seperti pengalaman saya ketika sepupu saya yang berada di luar kota menikah. Tidak tersedia waktu yang cukup untuk saya mencari salon atau makeup artist yang bisa mendandani saya. Alhasil, kemampuan dandan sendiri lah yang harus diandalkan.

"Kalau sudah punya suami, dandannya di rumah saja untuk suami..."

Saya sangat bisa memahami pendapat ini. Khususnya untuk perempuan yang sudah bersuami, akan muncul kekhawatiran apabila perempuan tersebut berdandan maka bisa menarik perhatian laki-laki lain dan hal itu bisa membawa pada ketidakbaikan.

Tujuan berdandan itu tidak hanya sebatas untuk menarik perhatian orang lain, terutama laki-laki. Di sinilah saya mau mengajak kamu untuk membuka pandangan lebih lebar lagi karena kalau fokus kita hanya kepada perhatian laki-laki ya selamanya akan sempit disitu.

Lebih dari untuk menarik perhatian orang lain, berdandan juga ditujukan untuk :

1. Menghargai diri sendiri

Menghargai diri sendiri adalah salah satu bentuk rasa syukur. Dengan kita menghargai diri sendiri, orang lain pun akan menghargai kita.

2. Menghormati sebuah acara

Bisa dibilang, ini sudah menjadi etika tidak tertulis dalam masyarakat ya. Kalau kita diundang ke sebuah acara, sudah sepantasnya kita berdandan sesuai acara. Tujuannya tidak lain untuk menghormati pihak yang mengundang. Apalagi kalau kita menghadiri acara tersebut bersama pendamping. Jangan sampai pendamping kita merasa "gimana-gimana" karena kita tidak berdandan sesuai acara yang dihadiri.

Saya punya pengalaman lucu saat saya harus mendampingi suami saya menghadiri acara syukuran khitanan anak pertama rekanan kantor suami saya yang diselenggarakan malam hari. Saat itu saya baru menikah dengan suami. Suami meminta saya untuk mendampingi karena sekaligus mau memperkenalkan saya sebagai istrinya.

Saya sempat merasa deg-degan dan bingung juga. Merasa deg-degan karena, menurut informasi dari suami saya, empunya acara adalah salah satu rekanan penting kantornya yang sudah sejak lama menjalin kerja sama. Merasa bingung karena sebelumnya saya tidak pernah datang ke acara syukuran khitanan sehingga saya tidak punya gambaran mau dandan seperti apa. Tanya ke suami, suami pun sama seperti saya ;p

Saya dan suami berpikir, kalau judulnya adalah syukuran khitanan maka kemungkinan acaranya ya semacam syukuran pengajian yang bersifat casual tapi melihat penampilan kartu undangannya yang berbentuk wayang seperti undangan pernikahan dan waktu acaranya malam hari, rasanya kok ada yang tidak biasa...

Jadi, untuk amannya, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan batik. Untuk wajah, saya putuskan mendandaninya sesuai dandanan saya sehari-hari tapi saya buat sedikit lebih bold dengan menambahkan eyeliner dan lipstik berwarna merah karena mengingat acaranya diselenggarakan malam hari.

Pergilah kami ke tempat acara. Sesampainya di sana, saya dan suami dibuat kaget sekaget-kagetnya! Pikiran kami akan syukuran khitanan berupa acara syukuran pengajian yang bersifat casual buyar sebuyar-buyarnya karena ternyata acaranya memang seperti acara pernikahan yang mewah megah!

Alhamdulillah kepikiran pakai batik jadi tidak terlalu salah kostum... hehehe... Alhamdulillah juga karena suami saya bangga dengan saya malam itu. Terlihat dari caranya memperkenalkan saya ke empunya acara dan beberapa temannya yang juga hadir dalam acara tersebut.

3. Menunjang pekerjaan

Profesi saya sebagai seorang dokter mengharuskan saya untuk bertemu dengan banyak orang. Utamanya, bertemu dengan pasien. Percaya atau tidak, penampilan seorang dokter bisa menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan proses kesembuhan penyakit pasien loh!

Coba bayangkan, seandainya kamu sedang dalam keadaan tidak sehat kemudian datang ke dokter yang penampilannya lusuh, apa bisa membuatmu merasa lebih baik? Tentu tidak kan? Tapi, kalau dokternya berpenampilan prima, sedikit banyak kamu pasti bisa ikut merasakan energi positifnya.

Selain itu, ketika seorang dokter bisa memberikan kesan baik melalui penampilannya, tidak menutup kemungkinan hal itu bisa membuat pasien datang lagi ke dokter tersebut bahkan bisa merekomendasikan dokter tersebut ke orang lain (teman atau saudara).

Begitu juga sebagai seorang blogger. Ketika saya harus bertemu dengan relasi atau ketika saya harus menghadiri acara-acara blogger, penampilan tentu menjadi hal yang penting karena diri saya lah yang menjadi representasi langsung dari blog yang saya punya sekaligus "wadah" untuk menunjukkan keprofesionalitasan saya yang tidak menutup kemungkinan bisa menarik orang lain untuk bekerja sama dengan saya.

4. Membuat perbedaan

Membuat perbedaan yang saya maksud di sini bukan dalam arti berbeda sama sekali dari aslinya ya tapi meningkatkan menjadi lebih baik. Salah satu contohnya adalah seperti jawaban kedua teman saya yang tomboi tadi. Berdandan bisa membuat tampilan kita menjadi lebih segar.

Contoh lain, untuk kamu yang senang berfoto, saya pernah diberi tahu oleh Irma Puspita Sari - teman saya yang memang pintar dandan - bahwa kalau kita mau difoto, termasuk untuk foto santai seperti selfie, jangan sampai wajah tidak didandani. Bahkan, ada kalanya, yang sudah didandani pun perlu dibuat lebih bold. Kenapa? Karena, pada dasarnya, sistem yang ada di kamera akan mengurangi tampilan wajah kita. Artinya, wajah kita bisa terlihat pucat. Tolong koreksi kalau kami keliru ya.

5. Me time

Berdandan itu menyenangkan. Karena itulah berdandan bisa menjadi salah satu "me time" bagi seorang perempuan. Saya sendiri merasakannya terutama setelah saya punya anak. Semacam salah satu cara melepas penat di sela-sela kehectican mengurus anak ;p

perempuan-harus-pintar-dandan
Ini adalah produk-produk makeup yang saya gunakan sehari-hari.

Kesimpulannya, perempuan harus bisa dandan atau tidak?

Menurut pendapat saya, seorang perempuan tidak harus pintar dandan tapi harus bisa dandan. Minimal seorang perempuan harus tahu bagian-bagian wajahnya yang perlu didandani dan bagaimana mendandaninya.

Baca juga pendapat PutriKPM

perempuan-harus-pintar-dandan

Semua perempuan cantik dengan caranya masing-masing tapi ada kalanya kecantikan itu perlu ditonjolkan atau ditingkatkan dengan berdandan. Lagipula, berdandan tidak selalu berarti dan tidak selalu merujuk pada sesuatu yang berlebihan. Berdandanlah sesuai keperluan dan sesuai kepribadianmu. Kalau kamu sama sekali tidak bisa dandan, tidak ada salahnya belajar karena suatu saat pasti akan berguna untuk dirimu sendiri. Seperti yang saya bilang, minimal bisa ^^

Kalau kamu mau berbagi pendapat atau pengalaman, kolom komentar saya terbuka ya ;)

21 comments on "#NgobrolBarengDiniPutri : Perempuan Harus Pintar Dandan?"
  1. Iya, aku juga lagi belajar dandan biar gak gitu2 aja hehehe

    ReplyDelete
  2. Setuju banget sama pendapat Dini, dandan sepantasnya supaya kita gak malu2in saat dampingin suami hehehe... Tapi dandan secukupnya aja sih, kalo terlalu lebay anti badai malah makin malu2in hihihiii..
    Trus tentang dokter yang dandan bikin kita sebagai pasien lebih nyaman, aku baru sadar lho, bener banget!!! Ternyata aku nyaman sama dokter anaknya bayiku sekarang, karena tampilannya oke dan enerjik :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kaaann... Kitanya jadi ikutan semangat gitu... hehehe ^^

      Delete
  3. Sebenerny akalo udah cantik mah cantik aja ga usah pake makeup juga pasti cantik.
    tapi definisi cantik tiap orang beda-beda sih ya
    kalo menurut aku mah cantik itu bisa menghargai dirinya sendiri :)
    hampir mirip-miriplah kayak yang eh Dini jelsain muehe

    ReplyDelete
  4. Dinii suka banget sama tulisannya dan setuju jugaa ! kalau aku pribadi sih sebagai seorang istri berhubung suamiku suka ngeliat cewek yang pinter dandan ya mau ngga mau aku juga belajar biar cantik dn suami bangga. Tapi katanya sih ada juga suami yang lebih seneng istrinya mukanya natural atau polos. hehe. Balik lagi ke masing masing sih yaa :D enaknya jaman skrg tuh udah banyak beauty vlogger yang gaya dandannya bisa kita pelajari sendiri di youtube, atau kayak beauty class. Jadi ngga kudu sekolah rias biar kayak mua hehe. (Kecuali kalo emg mau jadi mua yaaa :D)

    www.inkaparamita.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Inka. Zaman sekarang semua serba ada dan serba mudah, termasuk kalau mau belajar dandan. Mau belajar dandanan yg seperti apa tinggal klik-klik. Thanks to beauty vloggers ^^

      Delete
  5. Sepakat Dini, aku kalau ketemu dokter yg ayu...bersih, rapih, baru konsul aja udah enakan wkwkw.
    For fun, iyak , kadang pagi2 jd penyemangat mager ngantor

    ReplyDelete
  6. Akuuu... mentok di foundation bedak lipstik. Hahaha..

    ReplyDelete
  7. perlu lah , aku walau gak bisa dandan paling tidak rapih , dengan bedak dan lisptik, kalau ada pendapat hanya boleh dandan di depan suami juga salah tuh, bisa kebayang gak jalan keluar gak dandan sederhana saja kan jadi jelek, reputasi suami juga jadi jelek kan???? Dandan sewajarnay disesuaikan dg waktu , tempat

    ReplyDelete
  8. Jadi kepikiran buat bikin di blog ku nech...boleh yaaa heheeh..
    Pernah denger dari ustadku juga dandan itu boleh sebagai rasa syukur dan bukan karena ingin menggoda.
    Aku juga baru suka dandan justru setelah melahirkan..heheh

    ReplyDelete
  9. Yeay akhirnya vol. 1 resmi launching ya bok!
    Btw, aku memang sangat setuju bahwa dengan dandan kita menghargai diri sendiri. Dulu aku nggak bisa dandan dan ngerasa nggak sayang sama kulit. Tapi setelah belajar dandan jadi kayak sadar bahwa kulit lebih utama wajah butuh abcdef sampai z.

    ReplyDelete
  10. setuju banget kalo make up itu merupakan salah satu me time bagi kita kitaa hihihdan akuu lovee banget sama make upp, terserah deh sama cowo cowo yang bilang "duh dandan terus" karena mereka ngga tau seberapa menyenangkannya bermake up

    ReplyDelete
  11. Wow, daily makeup'nya bisa satu brand gitu ya. Warbiyasak mbak ;)
    Dan aku suka kalo pas lg ke dokter, cewek. Trus dokternya sedep dipandang...sugesti kali ya, trus bawaannya badan yg awalnya sakit jd agak mendigan. Apalagi kalo dokternya cowok, cakep pisan *eh :)))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihat instagram aku dong... alasannya dijelasin disitu... hahaha... modus :p

      Nah, sugesti itu berperan penting dalam proses kesembuhan. Kalau pasien ngga nyaman dengan dokternya kemudian sugestinya 'bermain', sedikit banyak akan mempengaruhi proses kesembuhan.

      Delete
  12. Kok aku sepakat banget sih sama poin menghargai diri sendiri. Aku sering sebal dengan orang yang ngakunya tomboy kemudian ngata2in orang yang suka berdandan sebagai org yang "gak banget" atau malah membanggakan ketidaksukaannya berdandan itu sebagai hal yang dianggapnya lebih keren. Kesannya kok kayak meremehkan gitu. In fact, biasanya yg ngakunya tomboy atau ngakunya gak dandan, menyimpan 'kekesalan' terhadap dirinya sendiri yg gak tersampaikan.

    ReplyDelete
  13. Hmm aku sering ga dandan kalau ngantor, kayaknya perlu mempertimbangkan buat make up dikit supaya seger kali ya. Kebayang aku juga lebih suka ketemu dokter yang seger dan bersih :D

    ReplyDelete
  14. setuju! yang paling pertama tujuan dandan menurutku "menghargai diri sendiri" dan yang pasti buat nyenengin suami. heheh nice post mbak Dini.. ditunggu postingan selanjutnya

    ReplyDelete
  15. Poin kedua itu yang pernah aku alami Din. Dulu awal nikah kalau mau ke undangan, aku cuma pakai BB cream sama lipstik aja. Tadinya cuek aja, toh "cuma" datang sebagai undangan. Trus suamiku yang malah sering negur "mbok ya dandan, pakai eyeshadow kek". Hahahaa. Eh ternyata karena sekarang sering nonton video dan baca-baca blog jadi ketagihan dandan. Dan jadi me time juga :)))
    Bener

    ReplyDelete
  16. Setuju, meskipun sudah emak-emak anak dua, tetap aja dandan itu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri karena kita masih pintar merawat diri untuk suami dan anak-anak :) biar pada betah gituu mandangin wajah emaknya, hahaha

    ReplyDelete
  17. Kalo di rumah suami sukanya aku polosan, jadi paling pakai sunscreen,hahaha. Kalo keluar rumah tujuan dandan emang buat lebih fresh dan ngga kusam gitu loh. Aku minimal bgt sunscreen, alis dan lipstick mencrong, hahaha.

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post Signature