Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Sedia Nebulizer Di Rumah

01 December 2016
alasan-harus-sedia-nebulizer-di-rumah

[Artikel ini disponsori oleh Omron Healthcare]

Keluarga saya adalah keluarga penderita alergi. Ayah saya alergi salah satu jenis obat, ibu saya alergi udara dingin. Saya sendiri alergi tungau debu rumah, asap tembakau, detergen, dan lateks. Nah, yang paling kasihan adalah adik saya. Kenapa saya bilang kasihan? Adik saya alergi udara dingin, sama seperti ibu, tapi bedanya, alergi udara dingin pada adik saya itu memicu terjadinya asthma dan sinusitis. Lengkap! Kalau sudah kambuh satu, yang lain bisa ikut kambuh. Ya jadi kasihan itu tadi karena sakitnya bertumpuk-tumpuk dan kenanya di saluran pernapasan semua kan...

Pernah ada satu pengalaman yang cukup mendebarkan,

Saat itu, saya baru selesai shalat subuh ketika ibu memanggil saya, "Tolong lihat adik, Nak. Kok napasnya begitu ya? Kata adik, dadanya juga sakit seperti tertekan." Saya pikir, asthmanya pasti kambuh lagi. Memang sudah beberapa hari adik saya sakit flu dan lendir hidungnya sulit dikeluarkan. Kalau sudah begitu biasanya asthmanya bisa kambuh. Tapi kok tidak biasanya ya saya dipanggil dan ada keluhan 'napasnya begitu' dan 'dada sakit seperti tertekan'?

Penyakit asthma pada adik saya sudah terdeteksi sejak adik saya masih kecil sehingga, sejak kecil, adik saya sudah punya 'bekal' dari dokter berupa langkah-langkah pencegahan, inhaler, dan obat minum. Adik saya juga sudah terlatih untuk menggunakan 'bekalnya' itu sehingga asthmanya bisa dikendalikan. Jadi, kalau saya sampai dipanggil dan ada keluhan 'napasnya begitu' dan 'dada sakit seperti tertekan', pasti ada sesuatu yang lain...

Benar saja. Ketika saya masuk kamarnya, saya lihat adik saya duduk di tempat tidurnya dengan disangga bantal. Napasnya sesak seperti orang tercekik. Ketika saya ajak bicara, adik saya hanya bisa menjawab dengan terbata-bata. Kata ibu, adik saya sudah berusaha menggunakan inhaler-nya tapi sesaknya tidak juga teratasi. Entah karena sesaknya sudah terlalu sesak sehingga tidak bisa diatasi dengan inhaler atau karena sesaknya sehingga adik saya tidak bisa fokus menggunakan inhaler.

Saat itu saya tidak menyuruh adik saya untuk minum obat karena dengan kondisi sesak seperti itu tentu adik saya akan kesulitan minum obat. Selain itu, untuk penyakit-penyakit saluran pernapasan memang akan lebih efektif kalau menggunakan terapi yang langsung menuju saluran pernapasan. Akhirnya, saat itu juga diputuskan untuk membawa adik saya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, adik saya diberikan terapi nebulisasi selama kurang lebih satu jam. Saya masih ingat, dokter yang merawat adik saya mengatakan kalau adik saya sedikit lagi terlambat dibawa ke rumah sakit maka bisa membahayakan dirinya. Saya pikir, seandainya di rumah ada nebulizer kan dari awal gejalanya bisa diatasi dan dicegah supaya tidak sampai membahayakan begitu... Karena pengalaman ini lah kemudian saya merasa perlu memiliki nebulizer di rumah.

Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat dari bentuk cair menjadi bentuk partikel aerosol yang mudah dihirup melalui masker atau mouthpiece. Nebulizer dapat digunakan oleh bayi, anak-anak, orang dewasa maupun lansia.

Walaupun nebulizer identik dengan terapi asthma tapi sebenarnya nebulizer juga bisa digunakan untuk terapi penyakit-penyakit saluran pernapasan lainnya seperti bronkitis, bronkopneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (ppok) atau penyakit saluran pernapasan paling umum seperti influenza (flu).

Terutama untuk kamu yang memiliki bayi, anak-anak atau tinggal bersama orang lanjut usia (lansia) maka kamu harus sedia nebulizer di rumah. Kenapa?

Dalam keadaan normal, dinding saluran pernapasan kita memproduksi lendir yang salah satu fungsinya adalah melindungi saluran pernapasan dari benda-benda asing yang ikut terbawa bersama udara yang kita hirup yang berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan dengan cara memerangkap benda-benda asing tersebut.

Lendir ini, oleh mekanisme pembersihan yang disebut bersihan mukosilier, akan dibawa ke tenggorokan kemudian kita telan secara tidak sadar. Kalau jumlah lendir yang diproduksi lebih banyak dari biasanya maka akan merangsang refleks batuk dan kita akan batuk dengan tujuan mendorong lendir tersebut keluar.

Pada bayi dan anak-anak, kemampuan membersihkan lendir dan refleks batuknya belum sebaik orang dewasa sehingga bisa saja masih ada lendir yang tersisa atau malah tidak keluar sama sekali. Ini dalam keadaaan normal, belum lagi kalau bayi dan anak menderita penyakit saluran pernapasan seperti flu. Lendir akan diproduksi lebih banyak. Lendir yang tersisa atau tidak berhasil dikeluarkan bisa menyumbat saluran pernapasan. Kalau saluran pernapasan tersumbat maka akan menimbulkan kesulitan bernapas yang kemudian akan mempengaruhi makan, minum, dan tidurnya.

Begitu juga dengan lansia. Hampir mirip dengan bayi dan anak-anak, lansia juga seringkali kesulitan mengeluarkan lendir hidung atau lendir tenggorokannya.

Biasanya, untuk mengatasi kesulitan mengeluarkan lendir ini, digunakan cara-cara alami seperti banyak minum, jemur, atau mengoleskan balsem atau minyak khusus. Tapi cara-cara alami ini tidak selalu berhasil karena, misalnya, lendir terlalu kental atau lendir berada jauh di dalam maka, dalam hal ini, nebulizer diperlukan.

Apalagi saya kan baru punya anak. Dengan adanya riwayat alergi dalam keluarga maka risiko anak saya untuk menderita alergi menjadi lebih besar dan mana tahu kan anak saya akan mengikuti 'jejak' omnya yang alerginya bisa memicu terjadinya asthma dan atau sinusitis. Berharap dan berdoanya sih tidak terjadi ya tapi dengan adanya faktor risiko tersebut maka penting untuk saya melakukan pencegahan dan berjaga-jaga dengan menyediakan Compressor Nebulizer NE-C803 dari OMRON Healthcare di rumah.

alasan-harus-sedia-nebulizer-di-rumah

Dari sekian banyak brand nebulizer, kenapa saya memilih OMRON Healthcare?

Alasan utama saya adalah kepercayaan.

OMRON Healthcare mengembangkan dan memproduksi alat-alat kesehatan dengan kualitas tinggi. Salah satunya adalah nebulizer.

Lalu, apa istimewanya Compressor Nebulizer tipe NE-C803?

Biasanya, yang namanya nebulizer itu berukuran besar, berat, dan mengeluarkan suara berisik ketika dioperasikan. Nah, Compressor Nebulizer NE-C803 ini berukuran kecil, ringan, dan hening saat dioperasikan sehingga efektif dan efisien untuk digunakan kapan pun dan dimana pun. Di sekolah, di tempat kerja atau saat kamu travelling.

alasan-harus-sedia-nebulizer-di-rumah
Compressor Nebulizer NE-C803 berukuran segenggaman tangan saja

alasan-harus-sedia-nebulizer-di-rumah
Saking kecil dan ringannya jadi bisa dibawa kemana saja

Compressor Nebulizer NE-C803 ini sangat cocok digunakan terutama oleh bayi dan anak-anak karena biasanya bayi dan anak-anak belum apa-apa sudah takut ketika melihat nebulizer, apalagi ketika mendengar suara yang dikeluarkan sehingga terapi bisa jadi tidak efektif dan tidak efisien.

Lebih spesifik lagi, Compressor Nebulizer NE-C803 ini memiliki medication tank dengan kapasitas maksimal obat sebanyak 10 ml sehingga tidak perlu bolak balik isi obat kalau memang diperlukan terapi dengan dosis obat maksimal.

Tidak kalah penting, Compressor Nebulizer NE-C803 ini hemat karena dalam satu paketnya sudah tersedia masker untuk dewasa, masker untuk anak dan mouthpiece sehingga satu nebulizer bisa digunakan oleh dewasa maupun anak-anak. Tinggal diganti saja maskernya.

alasan-harus-sedia-nebulizer-di-rumah
Satu paket Compressor Nebulizer NE-C803 berisi satu compressor nebulizer, satu AC adapter, satu air tube, nebulizer kit (terdiri dari inhalation top, vaporizer head dan medication tank), satu adult mask, satu child mask, lima spare air filters, satu storage bag dan satu instruction manual.

Bagaimana cara menggunakan Compressor Nebulizer NE-C803?

Gampang! Saya kasih tahu langkah-langkahnya ya :
  • Pastikan tombol power berada pada setelan off.
  • Sambungkan AC adapter ke compressor dan pasang steker listrik ke stop kontak.
  • Lepaskan inhalation top bersama dengan vaporizer head dari medication tank dengan cara memutar inhalation top berlawanan arah jarum jam.
  • Tuang obat sesuai dosis yang diresepkan dokter ke dalam medication tank.
  • Letakkan inhalation top kembali ke medication tank (pastikan vaporizer head terpasang ke inhalation top) dengan cara memutar inhalation top searah jarum jam sampai terdengar bunyi 'klik'.
  • Pasang masker atau mouthpiece ke inhalation top dengan rapat.
  • Pasang air tube dengan cara mendorong steker air tube ke konektor air tube.
  • Pasang masker menutupi hidung dan mulut dengan rapat atau kalau mengunakan mouthpiece, masukkan mouthpiece ke dalam mulut dan tutup mulut dengan rapat.
  • Setel tombol power ke posisi on. Ketika compressor mulai bekerja maka nebulisasi dimulai. Obat akan dirubah dari bentuk cair menjadi bentuk partikel aerosol. Hiruplah obat yang sudah berbentuk partikel aerosol tersebut.
  • Ketika nebulisasi sudah selesai, matikan daya. Cabut AC adapter dari stop kontak dan lepaskan dari compressor.

Lebih jelas mengenai cara menggunakan Compressor Nebulizer NE-C803 bisa dilihat di instruction manual atau di video berikut ini :



Perlu diingat untuk selalu membersihkan nebulizer kit (inhalation top, vaporizer head, medication cup), masker dan mouthpiece sebelum digunakan. Jangan khawatir, membersihkannya sangat mudah. Semudah menghitung 1-2-3, hehe ;p



Saya sudah sedia Compressor Nebulizer NE-C803 di rumah, kamu sedia juga dong ^^ Compressor Nebulizer NE-C803 ini bisa kamu beli melalui website http://omron-nebulizer.com dan kalau kamu membelinya sekarang maka kamu akan mendapatkan harga yang lebih murah karena di bulan Desember ini sedang ada promo. Langsung saja menuju halaman promo di http://omron-nebulizer.com/promo ya.

Oya, kamu pernah punya pengalaman diterapi dengan nebulizer? Atau mungkin keluarga kamu? Share di komen dong ;)
61 comments on "Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Sedia Nebulizer Di Rumah"
  1. oh nebulizer itu ini, baru tahu...
    dulu saat di rumah majikan sering pakai, tapi versi lain kaya mikroskop gitu

    pas di rumah, saat anak sakit juga suka lakuin tapi dalam bentuk beda lagi, sederhana banget, cukup tuang air panas di baskom, lalu sambil sarungan, anak dipangku dan suruh menghirup uap dari air panas dalam sarung itu.

    Saya juga ikut menghirup dong, kami berdua sama-sama mateng, hahaha..
    jaman semakin canggih, kini udah ada alat yang praktis ya...
    infonya bermanfaat nih trims ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, seringkali orang menggunakan uap air panas di baskom tapi kalau untuk bayi kan susah ya. Apalagi uap air panas di baskom itu ngga stabil karena seiring waktu akan berkurang dan bisa kemana-mana juga uapnya. Kalau pakai nebulizer kan uapnya stabil dan terfokus ke saluran pernapasan ;)

      Delete
    2. Penting buat bayi yang mudah pilek tapi susah melernya. Kalau udah di-nebul jadi legaaa

      Delete
  2. Aku baru tau nebu sekecil ini. Sempet disarankan punya nebu dirumah sm dokter karena naeema batuk ga sembuh2. Tapi karena belum tau nebu yg direkomendasikan kami masih urungkan niat itu.

    Semakin besar Alhamdulillah Naeema sudah jarang batuk lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, nebulizer ini cocok buat Naeema soalnya kecil dan ringan banget! Mumpung sedang promo tuh, Mbak ;)

      Delete
  3. Inget jamannya anak2 masih balita, sering banget bolak-balik ke rs cuma buat dinebu, sekarang mah praktis banget ya alat nebulizernya udah simpel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kasihan anak-anak kalau harus bolak balik ke RS. Kalau ada nebulizer di rumah, selain lebih praktis, anak-anak juga lebih nyaman :)

      Delete
  4. Anak temanku juga sering pakai ini mba. Untung selalu tersedia di rumah ya mba jadi pas membutuhkan bisa cepat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Yg paling penting jadi bisa mencegah gejala supaya ngga tambah parah :)

      Delete
  5. Imut ya..disini belum pernah lihat. adanya yg lebih mini inhalernya mbak...aku juga alergi debu..bisa bersin bersin ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bawa kesana, Mbak, hehehe, mumpung promo tuh ^^

      Delete
  6. Mau beli alat nebu sendiri tp selalu urung,hehehe. Tp klo ada yang sekecil ini enak bawa dan nyimpennya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo lah dituntaskan urungannya, mumpung promo ^^

      Delete
    2. Pas, sudah kutandai si nebu ini, hihi.

      Delete
  7. Jadi pingin punya deh. Buat bayi pilek jg bisa kan ya. Aku biasanya pake air panas di gelas dan ditetesi minyak kayu putih, dah dihirupkan uapnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa buat bayi, Mbak. Malah lebih cocok pakai nebulizer kalau buat bayi dan anak-anak :)

      Delete
  8. Baru tahu alatnya ada yang seimut ini,praktis lagi ya klo.punya bocil ataupun baby

    ReplyDelete
  9. Noted. Wajib banget stock nebulizer ini dirumah

    ReplyDelete
  10. Bisa mengobati flu juga ya? kayaknya harus prepare, soalnya anak-anak paling rentan terkena flu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau flu kan biasanya gejalanya batuk dan pilek, nah kalau anak-anak kan suka susah ngeluarin lendir hidung atau lendir tenggorokannya, nebulizer ini bisa membantu :)

      Delete
    2. Nah iya Mbak, anak saya yang kecil, belum bisa ngeluarin lendir dari hidungnya. Jadi kayak yang susah napasnya.

      Delete
  11. Kalo aku alergi sama debu Mba.. Kalo berada di tempat yg byk debu pasti deh aku jebret2 bersin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku ngga cuma bersin-bersin, Mbak, tapi batuk-batuk dan sesak juga :(

      Delete
  12. Ahhh pas banget nih info nya..lg butuh info nebulizer yg compact gt buat saya dan si kecil. Di rumah udah punya tp gede, berat kalo harus digembol pas traveling gt. Thx infonya y mbak..😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak, mumpung sedang promo juga ya :)

      Delete
  13. Keren banget ini mbak, cocok buat traveling. Adikku dulu juga ada asma, gak bisa ke tempat dingin. Kalau pergi-pergi gak bisa ke sembarang tempat, supaya asmanya gak kambuh. Kalau punya nebulizer kayak gini enak ya, jadi lebih fleksibel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, kalau dibawa pergi ngga makan tempat dan ngga beratin :)

      Delete
  14. Lebih aman pakai alat ini ketimbang netesin minyak telon ke baskom berisi air panas ya mbak TFS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih efektif dan efisien, Mbak. Lagian, kalau buat bayi atau anak yg kecil, rada susah ya kalau pakai baskom, hehe ^^

      Delete
  15. Jujur mbaa , aku pikir selaman ini alat tersebut , alat bantu penapasan . Terima kasih yaa mbaa informasi nyaa

    ReplyDelete
  16. Jadi pengen punya juga. Jarang sih alergi kambuh, tapi alat kesehatan kayak gini kayaknya memang harus dipunyai di rumah zaman sekarang.

    ReplyDelete
  17. Aku juga pake nebulizer ini di rumah mbak. Soalnya anakku juga asma

    ReplyDelete
  18. Wah, aku butuh ini, mba Dini. Dulu wkt kecil punya riwayat asma, tp udh jarang sekali kambuh, cm kalo pilek dan batuk, hadeuh, sering sesak juga.
    Baru tau ada nebu yg sekecil dan sepraktis ini. Tha ks for share, mba Dini.

    ReplyDelete
  19. Aku sering lihat punya anak yg pynya asma di kantor. Suka kasian ya kalo lagi kambuh, dan alat ini emang penolong banget tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau asthma kambuh di kantor itu ngga enak banget ya, Teh. Selain pekerjaan jadi terganggu, kalau ngga segera ditolong bisa bahaya. Kalau punya nebulizer yg bisa dibawa kemana-mana kayak gini kan jadi aman :)

      Delete
  20. Bagus juga jika di rumah punya alat apik ini.
    Cek harga ach
    Terima kasih infonya yang bermanfaat
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah kami sekeluarga semua tidak mengidap alergi dan juga asma. Tapi bagaimanapun informasi ini sangat berguna, karena kita tidak tahu mungkin nanti diantara anggota keluarga atau teman ada yang membutuhkan

    ReplyDelete
  22. Wah praktis ya kalau punya nebuliser di rumah, ga perlu ke RS untuk perawatan yang mahal di dokter

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, jadi bisa menghemat biaya juga :)

      Delete
  23. Sudah ada versi kompak yang lebih terjangkau, ya. Ikut senang mengetahuinya

    ReplyDelete
  24. Aku ada alat nebulizer di rumah, persiapan saat darell bayi dan usia batita karena batuk jadi bisa bantu mengencerkan dahaknya.. thanks for sharing dini :)

    ReplyDelete
  25. Baru tahu nih sama yang namanya Nebulizer. Kayaknya butuh deh..di rumah si kecil emang kadang batuk dan keras gitu ngeluarin dahaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, Mbak, sedia nebulizer di rumah. Kalau anak kecil batuk tuh kasihan, apalagi kalau batuknya sampai susah payah gitu :(

      Delete
  26. Saya pikir masker untuk orang sakit saking keponya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya memang masker untuk orang sakit, Mas, hahaha :p

      Delete
  27. Aku juga ada alergi dingin sama obat tertentu mba emg ga enak bgt huhu.

    Untung di rumah udh ada alatnya ya mba, jd ga usah khawatir lg klo kenapa2 cpt ditangani.

    ReplyDelete
  28. Baru tahu juga, makasih sharingnya Mbak :)
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  29. Makasih banyak kak infonya. Kebetulan saya juga sering sesak nafas kalo kena udara dingin. Hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh... kalau gitu memang harus sedia nebulizer daripada kenapa-kenapa...

      Delete
  30. Nebulizer? Baru denger :D
    Terima kasih infonya...

    ReplyDelete
  31. Baru tau ada yang sekecil ini. Praktis gampang dibawa bawa kemana aja. Terimakasih infonya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dibawa travelling juga nih, Mbak ^^

      Delete
  32. Wah, ternyata lumayan bermanfaat juga yah nebulizer ini,
    Anakku kalo lagi pilek nafasnya suka grok-grok gitu lho, jadi pengen beli juga..

    ReplyDelete
  33. Suami saya punya asma dan selalu siap sedia nebu & ventolin nebule nya. Pakai merk omron juga tapi masih yg edisi jadul nya.. Yg versi baru ini bagus yah mbak.. Kecil, ringkas gitu bentuknya. Thx info nya.. Jadi kefikiran pengen beli nebu yg ini..

    ReplyDelete
  34. itu alatnya bisa pakai baterai ya mbak?

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post Signature