Hari Ini Sudah SADARI?

04 October 2016
hari-ini-sudah-sadari

[Artikel ini sudah diperbarui pada 15 Oktober 2017]

Bulan Oktober dikenal sebagai Breast Cancer Awareness Month yaitu suatu kampanye tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk menyoroti bahaya kanker payudara dan pentingnya melakukan pencegahan serta deteksi dini kanker payudara. Kampanye ini juga ditujukan untuk mendukung para penderita kanker payudara dan mereka yang anggota keluarganya menderita kanker payudara.

Menurut World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia, mengancam kehidupan ratusan ribu wanita setiap tahunnya dan menimbulkan dampak di berbagai negara.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) tumor/kanker di Indonesia adalah 1.4 per 1000 penduduk. Kanker payudara dan kanker serviks adalah yang paling sering terjadi pada wanita.
Kanker payudara adalah kanker yang menyerang payudara yang terjadi karena sel-sel payudara tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali.
Sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali itu bisa menyebar (metastasis) melalui aliran darah ke organ-organ lainnya dan menyebabkan kematian.


Siapa saja yang berisiko menderita kanker payudara?
Wanita dan pria sama-sama berisiko menderita kanker payudara (walau jumlah kasus pada pria sangat sedikit yaitu sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara).
Apa penyebab kanker payudara?

Penyebab pasti kanker payudara masih belum diketahui tapi faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko kanker payudara :

✔ Wanita

Menjadi seorang wanita adalah faktor risiko terbesar terjadinya kanker payudara. Lebih dari 90% kasus kanker payudara diderita oleh wanita. 

Usia

Risiko terjadinya kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. 

✔ Genetik

Kanker payudara bukan penyakit yang diturunkan (herediter) tapi adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

✔ Riwayat keluarga

Kalau kamu mempunyai anggota keluarga, terutama keluarga inti (orang tua, saudara kandung, anak), yang mengidap kanker payudara maka itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

✔ Riwayat adanya benjolan jinak

Tidak semua benjolan pada payudara berarti keganasan tapi, kalau ditemukan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

✔ Riwayat kanker payudara sebelumnya

Kalau kamu pernah menderita kanker payudara maka itu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada payudara yang sama atau pada payudara sebelahnya.

✔ Mengalami menstruasi pertama di usia <12 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Mengalami menopause di usia >55 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Belum pernah melahirkan atau melahirkan anak pertama di usia >35 tahun

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen (tidak terhalang oleh proses kehamilan).

✔ Tidak pernah menyusui

Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih lama terpapar estrogen.

✔ Kelebihan berat badan atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas akan meningkatkan produksi estrogen.

✔ Kebiasaan merokok

Penelitian menunjukkan bahwa kasus baru kanker payudara terjadi 24% lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok dan 13% lebih tinggi pada mantan perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

✔ Kebiasaan mengonsumsi alkohol

Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dan merusak DNA dalam sel. 

✔ Paparan radiasi

Seperti sinar roentgen atau CT scan


sumber gambar : huffingtonpost.co.uk
Apa saja gejala kanker payudara?

Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala yang khas tapi gejala-gejala berikut dapat dijadikan petunjuk :

✔ Benjolan pada payudara

Walaupun kebanyakan (90%) benjolan pada payudara bukanlah suatu keganasan tapi, kalau ditemukan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

✔ Pembengkakan pada ketiak

Pembengkakan yang dimaksud adalah pembengkakan yang terjadi di luar masa menstruasi.

✔ Rasa nyeri pada payudara dan atau ketiak

Rasa nyeri pada payudara dan atau ketiak yang dimaksud adalah rasa nyeri yang muncul di luar masa menstruasi dan tanpa penyebab lain (misalnya trauma).

✔ Ruam kemerahan

Terdapat di sekitar puting atau kulit payudara.

✔ Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk

Dikenal dengan sebutan "peau d'orange (dibaca : po do rang)"

Terdapat area yang mengeras pada payudara

Area yang mengeras ini terjadi sebagai akibat dari penebalan jaringan payudara.

✔ Keluar cairan yang tidak biasa dari puting (bukan ASI)

Kadang-kadang cairan tersebut mengandung darah.

✔ Perubahan pada puting

Misalnya, puting mengerut atau tertarik ke dalam, muncul rasa gatal dan atau sensasi seperti terbakar pada puting.

✔ Perubahan bentuk dan atau ukuran payudara

Terdapat perbedaan bentuk dan atau ukuran kedua payudara yang mencolok.


Apakah kanker payudara dapat diterapi dan apa terapinya?

Ketika seseorang telah didiagnosis menderita kanker payudara maka terapi harus segera dimulai. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ-organ lain.

Terapi kanker payudara akan disesuaikan dengan tipe kanker, stadium kanker, usia dan keadaan penderita, ada atau tidaknya penyebaran, ada atau tidaknya penyulit dan ada atau tidaknya komplikasi lain. Terapi kanker payudara dapat berupa radioterapi, kemoterapi, operasi, terapi biologi dan atau terapi hormon.

Apakah kanker payudara dapat dicegah?

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker payudara. Utamanya adalah dengan menjalankan pola hidup sehat seperti berikut :

✔ Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang

Penelitian menunjukkan bahwa makanan-makanan seperti buah, sayur, kacang-kacang, dan biji-biji dapat membuat tubuh lebih sehat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga risiko kanker payudara serendah mungkin. Kanker payudara tidak umum terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya mengkonsumsi sayur dan makanan rendah lemak (lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda).

✔ Olahraga teratur

Orang yang berolahraga secara teratur cenderung lebih sehat, lebih mungkin untuk mengendalikan berat badan dan sedikit atau, justru, tidak memiliki kelebihan lemak dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Kelebihan lemak akan menghasilkan kelebihan estrogen dan ketika sel-sel payudara terpapar kelebihan estrogen dari waktu ke waktu maka risiko kanker payudara akan meningkat.

✔ Mengendalikan berat badan

Diukur dengan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index).

✔ Berhenti merokok

Penelitian menunjukkan risiko kanker payudara invasif tertinggi terdapat pada wanita yang mulai merokok pada usia dini.
Wanita yang mulai merokok sebelum siklus menstruasi pertamanya memiliki risiko kanker payudara 61% lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Sementara wanita yang mulai merokok setelah siklus menstruasi pertamanya tapi jauh sebelum memiliki anak maka wanita tersebut memiliki risiko kanker payudara 45% lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Hal ini dikarenakan jaringan payudara belum sepenuhnya berkembang sehingga membuat jaringan payudara lebih sensitif terhadap efek berbahaya dari tembakau.

✔ Berhenti mengonsumsi alkohol

Dibandingkan dengan wanita yang sama sekali tidak mengonsumsi alkohol, wanita yang mengonsumsi alkohol 3 kali dalam seminggu memiliki risiko 15% lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara. Para ahli memperkirakan bahwa risiko terjadinya kanker payudara akan bertambah 10% untuk setiap penambahan alkohol yang diminum secara teratur setiap hari.

✔ Menyusui

Para peneliti dari University of Granada di Spanyol dalam Journal of Clinical Nursing melaporkan bahwa menyusui 1,5-2 tahun atau minimal 6 bulan dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara.
Hal ini dikarenakan siklus menstruasi pada wanita menyusui lebih sedikit (ditambah dengan tidak menstruasi selama masa kehamilan) sehingga kadar estrogen menjadi lebih rendah. Selain itu, wanita yang sedang menyusui akan cenderung makan makanan yang bergizi dan menjalani pola hidup sehat.

Apakah kanker payudara dapat dideteksi sejak dini?

Kanker payudara dapat dideteksi sejak dini. Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Dianjurkan untuk melakukan SADARI setiap satu bulan sekali. SADARI sebaiknya dilakukan di antara hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi (karena pada saat itu hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah) atau dilakukan setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.

Berikut adalah panduan melakukan SADARI :

✔ Lepaskan semua pakaian bagian atas sehingga area pinggang ke atas terbebas sepenuhnya.

✔ Berdiri di depan cermin. Kedua payudara dan area sekitarnya harus dapat dilihat dengan jelas.

✔ Dengan kedua lengan berada di samping dalam keadaan santai, perhatikan kedua payudara. Apakah kedua payudara terlihat simetris? Apakah terdapat perubahan bentuk, ukuran, dan atau warna kulit pada kedua payudara? Apakah terdapat perubahan pada puting? Apakah terdapat perubahan pada kulit puting dan atau kulit payudara? Apakah terdapat adanya pembengkakan? Sebagai catatan, jangan panik ketika kamu menemukan payudaramu tidak simetris karena pada dasarnya kedua payudara memang tidak simetris walau perbedaannya sangat tipis.

✔ Letakkan kedua tangan di pinggang, bungkukkan bahu dan condongkan badan sedikit ke depan kemudian perhatikan kedua payudara seperti poin di atas.

✔ Letakkan kedua tangan di belakang kepala, dorong tangan ke depan dan perhatikan kedua payudara seperti poin di atas.

✔ Angkat salah satu lengan dan mulai raba payudara menggunakan ujung jari ke-2, 3, dan 4. Raba payudara dengan penekanan menggunakan salah satu atau lebih metode perabaan (lines, circles, wedges) seperti pada gambar di bawah. Apakah terdapat benjolan pada payudara dan atau ketiak? Apakah terdapat perubahan kontur dan atau tekstur pada payudara dan atau area sekitarnya? Apakah terdapat pembengkakan pada ketiak? Apakah terdapat area yang mengeras pada payudara? Setelah selesai, ganti dengan lengan yang satunya.

✔ Remas perlahan kedua puting dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar (bukan ASI).

✔ Ulangi langkah-langkah di atas dalam keadaan berbaring. Jangan lupa untuk mengganjal punggung atas dengan handuk atau bantal agar posisi payudara menjadi mendatar.

Banyak wanita melaporkan bahwa SADARI lebih mudah dilakukan saat sedang mandi karena pada saat itu kondisi kulit basah dan licin. Apabila dari pemeriksaan payudara ditemukan satu atau lebih hal yang tidak biasa maka segera periksakan diri ke dokter.

Mengingat pria juga berisiko menderita kanker payudara maka pria juga perlu melakukan SADARI tapi hanya sebatas puting karena kelenjar payudaranya tidak berkembang.


Pemeriksaan payudara juga dapat dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG) payudara/breast ultrasound dan mamografi. Pemeriksaan USG payudara atau mamografi, sebaiknya, dilakukan 1 minggu setelah bersih menstruasi sampai dengan 1 minggu sebelum menstruasi berikutnya agar hasil pemeriksaan maksimal dan mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara. Untuk memudahkan saat proses pemeriksaan, pakailah pakaian berupa atasan dan bawahan (bukan pakaian terusan). Kalau sebelumnya sudah pernah melakukan USG payudara atau mamografi, sebaiknya, hasil pemeriksaan terdahulu dibawa pada pemeriksaan selanjutnya sebagai perbandingan.

✔ Ultrasonografi (USG) payudara/breast ultrasound

Adalah pemeriksaan payudara dengan alat khusus yang menggunakan gelombang suara. USG payudara efektif digunakan untuk wanita usia di bawah 35 tahun karena jaringan payudara di usia tersebut masih padat. Karena USG menggunakan gelombang suara maka pemeriksaan ini aman dilakukan pada wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Lakukan USG payudara setiap satu tahun sekali atau sesuai petunjuk dokter.

✔ Mamografi

Adalah pemeriksaan payudara dengan alat khusus yang menggunakan sinar roentgen. Mamografi efektif digunakan untuk wanita usia di atas 35 tahun karena di usia tersebut payudara lebih banyak berisi lemak. Walaupun mamografi menggunakan sinar roentgen namun sejauh ini mamografi tidak terbukti merusak jaringan payudara atau menyebabkan penyebaran kanker payudara.

Untuk wanita berusia 40-45 tahun, sebaiknya, lakukan mamografi setiap 3 tahun sekali. Untuk wanita berusia 50 tahun, sebaiknya, lakukan mamograsi setiap 2-3 tahun sekali. Untuk wanita berusia 60 tahun, sebaiknya, lakukan mamografi setiap 1-2 tahun sekali.

Sebaiknya tidak menggunakan deodoran, bedak, dan atau krim pada payudara, daerah sekitar ketiak, dan ketiak ketika akan melakukan mamograsi karena bisa mengaburkan hasil pemeriksaan.

Terkadang pemeriksaan mamografi perlu dikombinasikan dengan ultrasonografi payudara untuk memperjelas hasil pemeriksaan. 

Jadi, sudahkah kalian melakukan pemeriksaan payudara? Kalau belum, sekarang adalah waktu yang tepat.

hari-ini-sudah-sadari

Melalui artikel ini saya mau mengajak kamu untuk lebih peduli terhadap payudaramu. Terutama bagi wanita, payudara adalah aset. Aset tidak hanya dalam makna estetis dan seksual tapi, lebih dari itu, payudara adalah perantara kehidupan. Melalui payudara lah Tuhan menitipkan "bekal" pertama kehidupan anak-anakmu.

Bagi kamu yang belum menderita kanker payudara, kamu yang belum mempunyai anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan atau kamu yang belum pernah berhubungan dengan para penderita kanker payudara, mungkin, tidak punya banyak gambaran seberapa bahaya dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh kanker payudara ini sehingga, mungkin, kamu merasa masih bisa mengabaikannya. Bagi saya, cukup membuat hati saya menangis ketika melihat wajah itu... melihat dada/payudara dengan bekas sayatan operasi... meraba dada/payudara yang sekeras papan... Ada yang kemudian bertahan hidup, banyak juga yang tidak.

Perlu berapa banyak lagi orang harus melalui hal itu untuk menimbulkan kesadaran? Atau, kamu perlu mengalaminya dulu baru kesadaran itu timbul?

sumber foto : www.thescarproject.org

sumber foto : www.thescarproject.org

sumber foto : www.thescarproject.org


Saya berharap artikel ini bisa menggugah kamu untuk melakukan pencegahan dan memeriksakan diri. Saya juga berharap kamu bisa membantu saya menyebarkan informasi mengenai kanker payudara ini ke semua orang.

Kalau kamu punya pertanyaan atau mau berbagi pengalaman, kolom komentar saya terbuka ya ;)
49 comments on "Hari Ini Sudah SADARI?"
  1. Emang sebagai wanita harus SADARAI & concern banget sama kondisi tubuh, kanker payudara dekat dengan keluarga aku karena Kakak & Nenek penderita kanker payudara :( semoga banyak wanita yang teredukasi dengan postingan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya Mbak Sandra waktu itu pernah cerita :)

      Delete
  2. Terus terang, aku belum pernah berhasil meraba payudara dengan benar atau check up ke dokter. Semoga kita semua terhindar dari penyakit itu, amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada dasarnya melihat dan meraba payudara (dengan penekanan) dalam berbagai posisi. Mudah dan langsung terasa kok semisal ada apa-apa karena payudara itu kan sensitif. Tapi memang harus dibiasakan Mbak. Sambil lihat blogpost aku ini boleh loh, hahaha ;p Atau kalau ragu ya langsung ke dokter aja ;)

      Delete
  3. hwaaa.. aku mens pertama sebelum 12 tahun dan sekarang udah 30 tahun belum melahirkan dan menyusui, plus almarhumah tanteku kena kanker payudara. kalau dari situ sbnrnya resiko aku kena juga lumayan tinggi ya din. perlu periksa ke dokter gak sih sbnrnya klo gitu? O iya, untuk cek payudara sendiri aku suka bingung deh sbnrnya udah bener atau salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SADARI aja dulu, Fik. Sambil mandi lebih gampang. Tapi kalau ragu, bisa periksa ke dokter untuk dibantu diperiksakan ;)

      Delete
  4. Diniiii.. Aku pun sangat concern nih ttg kanker payudara ini. Semoga kita sehat selalu ya. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa rabbal alamiin, semangat sehat ^^

      Delete
  5. Jadi ingen almarhum nenek saya, meninggal karena kanker payudara sudah stadium 4. Thank you for sharing, pastinya bikin aku lebih aware lagi, apalagi baca klo ada faktor genetik ya >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau faktor risikonya ada memang harus lebih aware ;)

      Delete
  6. Din...jujur ya kalau mau sadari itu malah ngeri. Ada ga sih pemeriksaan lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh kok malah ngeri.. Kan ngerian kalau kejadian tuh kanker payudaranya, hee.. Pemeriksaan lain bisa USG payudara Nay tapi biasanya USG payudara ini didasarkan pada temuan pemeriksaan fisik.

      Delete
  7. Kalo dbagian ketiak benjolannya seperti apa ya mb? Sy merasa d ketiak sebelah kiri tapi kayak urat yg menebal gt n klo dpencet agak sakit. Klo mau periksa k dokter kandungan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba diperiksakan aja karena aku juga ngga bisa mastiin dari sini kan itu apa. Bisa ke dokter umum dulu, nanti kalau dari pemeriksaan dokter umumnya perlu dirujuk, dokternya pasti merujuk :)

      Delete
  8. Ngeriii memang ini soal kanker payudara, Alhamdulillah aku selalu periksa sendiri pake tgn sbg detekai awal takut ada yg aneh jd bs lgsung ke dokter

    ReplyDelete
  9. kanker payudara sekarang makin marak dikalangan wanita, beberapa waktu lalu mamaku sempet waswas karena di area payudaranya seperti ada benjolan, tapi alhamdulillah stelah check up ternyata bukan. tapi tetep aja kalo ad ayang aneh sedkit sama payudara bawaannya mesti waswas :(

    ReplyDelete
  10. Very useful article post Dini. Semoga bisa terhindar dari penyakit ini aamiin. Check up nya harus setelah menstruasi ya kayaknya, kalau seminggu sebelum menstruasi siapa tau hamil yaa padahal harus rontgen. Atau bisa juga cek fisik dulu ke dokter ya..

    ReplyDelete
  11. Aku kalo udah hari ke-7 dari hari pertama menstruasi suka SADARI, apalagi ada anggota keluarga (adiknya nenek) dengan riwayat Ca mammae. Berencana mau screening mammography juga sih tapi nanti aja kalo udah nikah & punya anak, sekarang rutinin SADARI aja dulu.. thanks for sharing kak dini, yg selalu bikin aku iri pengen nulis hal-hal kayak begini juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Ndah nulis kayak gini juga, pengalaman internship pasti banyak yg seru ^^

      Delete
  12. Mbak thanks banget nih infonya aku suka banget baca nya sangat bermanfaat untuk mengingatkan diri sendiri agar lebih aware

    ReplyDelete
  13. Thank you remindernya. Saya baru tahu kalau hamil dan menyusui bisa mengurangi risiko breast cancer.

    ReplyDelete
  14. Hal yang paling ditakuti setiap wanita, terkadang aku juga dula lupa, tapi mulai deg2an jika ada seauatu yg aneh di payudara.
    Makasih pengetahuannya,aemoga kita semua dijauhkan dari penyakit ini ya.

    ReplyDelete
  15. Sejak menopause suka bingung kapan tanggal tepat melakukan SADARI. Baca artikel ini jadi ngerti, tanggal yang sama tiap bulan ya. Makasih infonya Mba Dokter, hihii

    ReplyDelete
  16. Tulisan ini sangat bermanfaat mbak khususnya untuk kaum perempuan untuk lebih peka sama dirinya sendiri :)

    ReplyDelete
  17. Wah.. Lengkap banget infonya Diinn.. Terima kasih yaa.
    Btw, jadi inget, blom usg mamae lagi. Terakhir usg mamae karena pas dulu mau masuk kerja, hasil dari pemeriksaan aku ada benjolan di salah satu pd. Setelah usg mamae, disarankan untuk buruan hamil dan menyusui. Alhamdulillah sekarang udah gak ada. Tapi tetep harus di cek ya. Thank you for the reminder. :)

    ReplyDelete
  18. Baru tau aku mak kalo efek tidak menyusui bisa menyebabkan kanker payudara, kasihan mereka yang nggak bisa menyusui jadi lebih rentan dengan kanker payudara ini ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oleh karena itu, penting menjalankan pola hidup sehat supaya faktor risiko yg ada bisa ditekan :)

      Delete
  19. wah kak din infonya bermanfaat banget, akupun sering cek payudara sendiri karena dulu kakak ku pernah ada benjolan di pd nya walaupun msh termasuk tumor jinak jd sempet diambil dan alhamdulillah gak tumbuh lagi... semoga kita terhindar dari penyakit ini yaa, makasi sharingnya kak dini :)

    ReplyDelete
  20. Gara2 menyusui aku jd rutin pijat payudara. Tp 2009 pernah ada benjolan yg timbul krn pembengkakan kelenjar susu. Obatnya cuma 1 kata dokter waktu itu, menyusui, hahaha. 4 thn kemudian bru kesampaian. �� Infonya membantu bgt diniii..

    ReplyDelete
  21. Pengen share tulisannya mba dini nih... Hahaha. Kita mmg harus concern bgt dgn penyakit satu ini. Untuk sumber tulisan dari mana ya mba klo dipi boleh tau? Mba dini dokter kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah saya dokter Mbak. Sumber tulisan ini dari berbagai jurnal medis yg valid :)

      Delete
  22. Kalo baca info seperti ini aku jadi nger-ngeri sedap nih. Aku perempuan yang pernah melahirkan anak tapi meninggal di dalam kandungan, ASInya ada tapi nggak pernah diminumin. Biar ASI nggak terus-menerus keluar harus minum obat hormon. Pas promil pun minum obat hormon makanya agak takut berefek jadi kanker. Akhirnya jadi sering sadari, bahkan buat mengecek yakin atau nggaknya nggak ada benjolan kadang aku minta tolong suami. Buat SADARI sendiri, keakuratannya gimana sih, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keakuratannya tergantung pada yg melakukan SADARI Mbak :)

      Delete
  23. Oh pria ini rentan juga yaaa, temen ku ce kena cancer payudara tapi setelah sembuh malah kena kanker tulang ihik ihik.
    Semoga semua diberi kekuatan untuk menghadapi segala cobaan hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa rabbal alamiin.. Apa yg terjadi pada orang lain, apalagi orang yg kita kenal, bisa jadi pelajaran buat kita juga ya Kak

      Delete
  24. emang memprihatinkan apabila penyakit ini sudah datang :( biaya nya jelas tidak sedikit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya mencegah selalu lebih baik dari mengobati kan, Koh? :)

      Delete
  25. Mbak Dini ini tulisan lawas to?
    aku kaget tadi baca komen Om Cumi (Al Fatihah)
    Btw iya ya, kudu SADARI sejak dini. Bahkan laki2 juga bisa kena ya?
    Dulu pernah ada tetangga kena, tapi kyknya emang lbh krn lifestyle gtu.
    TFS mbk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, ini artikel setahun lalu tapi ada informasi di dalamnya yg aku perbarui :)

      Delete
  26. Dua bulan lalu aku periksa SADARI di laboratorium, kata dokternya normal. Tapi kok cepet ya periksanya. Mamografi belum pernah, rada takut mau periksa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah terlatih dan terbiasa melakukan SADARI memang waktu pemeriksaannya bisa cepat, Mbak ^^

      Delete
  27. Meskipun postingan lama, tapi sangat bermanfaat. Detail banget ulasannya. Terima kasih sudah berbagi, ya mbak Dini ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artikel ini sudah diperbarui, Mbak. Alhamdulillah bisa bermanfaat :)

      Delete
  28. Aku belum pernah mikirin soal kanker payudara sebelumnya, lebih sering kepikiran kanker serviks. Padahal ternyata salah satu penyebabnya aku alami, belum pernah melahirkan sampai usia 35 tahun. Hmmm harus mulai aware nih. Terima kasih ya, Mbak.

    ReplyDelete
  29. Wah bermanfaat banget mbak artikel, kLau tentang kanker kulit ada, btw aku share yaa artikelnya

    ReplyDelete
  30. SADARI buat wanita memang penting sekali ya mbak.. ^^

    ReplyDelete
  31. SADARI penting banget untuk deteksi dini. Terima kasih sharingnya Mba. Bermanfaat banget. Semoga kita semua terhindar dari penyakit ini. Aamiin..

    ReplyDelete
  32. Terima kasih infonya mbak. Saya belum pernah ngecek sama sekali nih.

    ReplyDelete
  33. semoga kita semua terhindar dari kanker payudara yaa.. Amiinn..

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post Signature