Cara Menghitung Usia Kehamilan

13 March 2016
cara-menghitung-usia-kehamilan

Saya merasa perlu menulis blog post tentang cara menghitung usia kehamilan karena ternyata banyak orang yang belum/tidak tahu cara menghitung usia kehamilan yang benar. Nah, melalui blog post ini saya mau berbagi ilmu yang benar tentang cara menghitung usia kehamilan.

Perhitungan usia kehamilan dimulai dari hari pertama seorang perempuan mengalami haid terakhir atau biasa disebut HPHT. Perhitungan usia kehamilan berdasarkan HPHT ini berlaku untuk perempuan-perempuan yang memiliki siklus haid teratur. Usia kehamilan lebih mudah dihitung dengan satuan minggu dibanding bulan. Normalnya, kehamilan berlangsung selama 37-42 minggu dengan rata-rata 40 minggu (280 hari) dari HPHT.

Apa itu HPHT ?

HPHT adalah singkatan dari Hari Pertama Haid Terakhir. Di luar Indonesia, istilah HPHT dikenal dengan LMP atau Last Menstrual Period.

Bagaimana cara menentukan HPHT ?

Sebagai ilustrasi :
Misalnya seorang perempuan mengalami hari pertama haid pada tanggal 1 Januari maka normalnya 21-35 hari kemudian perempuan tersebut akan mengalami haid lagi (siklus haid normal terjadi setiap 21-35 hari dengan rata-rata 28 hari dan berlangsung selama 3-7 hari). Apabila terjadi fertilisasi (proses sperma membuahi ovum) di antara waktu tersebut yang menyebabkan 21-35 hari kemudian perempuan tersebut tidak mengalami haid maka yang disebut HPHT adalah tanggal 1 Januari.

Oleh karena itu, penting bagi setiap perempuan untuk selalu mencatat tanggal haidnya. Catatan ini penting untuk menghitung masa subur, menghitung usia kehamilan dan melihat apakah ada gangguan atau tidak dengan sistem reproduksinya. Catatan ini juga yang akan selalu ditanyakan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Kenapa perhitungan kehamilan dimulai dari HPHT?

Pertama, setiap kali seorang perempuan mengalami periode maka tubuhnya akan mempersiapkan untuk kehamilan. Kedua, sulit memastikan kapan terjadinya ovulasi (proses pelepasan ovum dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi) dan fertilisasi (proses sperma membuahi ovum). Istilahnya, hanya Allah yang tahu ;)

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan kalau HPHT tidak diketahui atau kalau siklus haid tidak teratur?

Bisa dibantu melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Melalui penjelasan ini jelas bahwa usia kehamilan tidak dihitung dari usia pernikahan atau waktu saat melakukan tes kehamilan. 

Kalau masih ada yang belum bisa menghitung usia kehamilan atau tidak mau repot berhitung, untuk mudahnya, sekarang sudah banyak aplikasi pregnancy yang dapat menghitung usia kehamilan. Masukkan saja tanggal HPHT nanti aplikasi tersebut yang akan menghitungkan.

Baca juga : Alhamdulillah, Saya Hamil

Cerita sedikit ya...

Salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan. Merupakan kebahagiaan tak terkira ketika anugerah keturunan itu langsung datang setelah berlangsungnya pernikahan. Tapi tidak semua pasangan suami istri bisa mengalami hal tersebut. Ada yang langsung, ada juga yang harus sabar menunggu.

Jujur, saya suka merasa kasihan pada orang-orang yang baru menikah langsung bisa hamil dan punya anak. Kenapa? Karena, entah kenapa, zaman sekarang, mereka suka jadi sasaran prasangka buruk orang-orang.

"Kok baru menikah sudah hamil sekian minggu/bulan?"

"Kok baru menikah 9 bulan sudah lahir anak?"

"Pasti ini..."

"Pasti itu..."

Hal ini bisa terjadi karena ketidaktahuan orang tentang cara menghitung usia kehamilan yang benar. Mirisnya, banyak orang yang belum/tidak tahu ini bukannya mencari tahu benarnya malah jadi sok tahu kemudian berprasangka buruk itu tadi, menghakimi orang lain bahkan sampai menebar fitnah sehingga menimbulkan kesesatan. Zaman sekarang kan semuanya serba mudah dan canggih. Punya gadget canggih seharusnya bisa searching di internet. Kalau tidak mau repot cari tahu ya berprasangka baik saja dulu. Itu yang diajarkan agama kan?

Baca juga : Jangan Takut Miskin Karena Anak

Pembentukan manusia tidak semudah yang dibayangkan. Semuanya berproses dan proses-proses itu ada waktunya.

Lagipula, seperti yang sudah saya sebutkan, ada hal-hal yang tidak bisa kita pastikan bahkan dengan ilmu kedokteran yang sudah sangat canggih sekalipun.

Sampai sekarang bahkan ilmu kedokeran belum bisa memastikan kapan terjadinya ovulasi (proses pelepasan ovum dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi). Ilmu kedokteran baru bisa sampai batas memperkirakan. Oleh karena itu, perhitungan masa subur menggunakan plus minus. Oleh karena itu juga, perempuan-perempuan yang mengikuti program inseminasi atau program IVF harus melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) berkali-kali.

Sampai sekarang ilmu kedokteran juga belum bisa memastikan kapan terjadinya fertilisasi (proses sperma membuahi ovum).

Belum lagi kalau berbicara tentang kelahiran. Setiap kehamilan punya "cerita" dan "jalan"nya sendiri. Oleh karena itu, walau rata-rata usia kehamilan berlangsung selama 40 minggu (280 hari) dari HPHT terbuka kemungkinan kehamilan berlangsung kurang atau lebih dari waktu tersebut, yang artinya kelahiran bisa terjadi lebih cepat, tepat pada waktunya atau lebih lambat.

Sebagai gambaran, saya sertakan video animasi yang menjelaskan proses pembentukan manusia dari mulai fertilisasi (proses sperma membuahi ovum), implantasi (penanaman embrio ke dinding rahim) dan perkembangan janin :


Setiap kehamilan harus disyukuri,

setiap kehamilan harus disambut dengan sukacita,

karena manusia adalah maha karya Yang Maha Kuasa. 

4 comments on "Cara Menghitung Usia Kehamilan"
  1. Selamat malam bu dokter cantik.. ihihihi.. aku belom memasuki area ini sih tapi aku catet lah sebagai pembekalan. at least untuk bekal kalo ada temen curhat ya atau ada tetangga nyinyirin temen yang hitungan hamilnya dirasa kurang tepat dihitung dari tanggal pernikahan... tengkiss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, iya, biar jadi ilmu buat semua ^^

      Delete
  2. Kehamilan sambut dengan suka cita, jangan sampai calon baby itu merasakan kesedihan yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul banget Mas. Kalau kehamilan disambut dengan suka cita, nanti babynya jadi happy baby pas lahir, hehehe ;p

      Delete

Auto Post Signature

Auto Post Signature