July 11, 2015

Hal Sepele Ini Bisa Membuat Shalatmu Menjadi Tidak Sah

hal-sepele-ini-bisa-membuat-shalatmu-menjadi-tidak-sah
sumber : https://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/keep-calm-and-let-s-shalat/

Rasulullah bersabda,
 "Dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

(HR. Bukhari)

Di awal bulan Ramadhan lalu tersiar berita yang cukup menghebohkan, bahkan sampai sekarang masih menjadi perbincangan di media sosial yaitu berita tentang shalat tarawih kilat yang dilaksanakan oleh salah satu pondok pesantren. Disebut kilat karena shalat tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat shalat witir itu hanya dilaksanakan dalam waktu 10 MENIT! Menurut pimpinan pondok pesantren dan jamaahnya, shalat tarawih kilat ini sudah dilakukan secara turun temurun atau dengan kata lain, sudah tradisi.

Saya pernah melihat tayangan beritanya di salah satu televisi swasta. Ketika melihat bagaimana shalat tarawih tersebut dilaksanakan, kening saya berkerut dan muncul pertanyaan besar di benak saya,

shalatnya sah atau tidak ya?

Kalau shalat dilaksanakan terlalu cepat, dikhawatirkan ada rukun-rukun shalat yang tidak dikerjakan dengan sempurna yang akhirnya menjadikan shalat tidak sah. Misalnya, membaca Al-Fatihah.

Ada etika-etika yang harus diperhatikan ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Salah satunya adalah membacanya dengan tartil. Membaca dengan tartil adalah membaca secara perlahan-perlahan sambil memperhatikan tajwid sehingga jelas bacaan huruf-hurufnya, jelas bacaan tajwidnya, jelas panjang pendeknya bacaan dan jelas kapan bacaan itu harus berhenti.

Saya jadi berpikir dan bertanya, surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat lalu bagaimana caranya dalam waktu kilat membaca ketujuh ayat tersebut dengan tartil?

Baca juga : Maju dong, Mbak!

Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah tuma'ninahTuma'ninah adalah tenang/berhenti sejenak, tidak terburu-buru. Tuma'ninah akan mendatangkan kekhusyukkan dan dengan kekhusyukkan inilah kita dapat mengingat Allah dan meresapi makna dari bacaan-bacaan shalat.

Keberadaan tuma'ninah sebagai bagian dari rukun shalat sering terlupakan. Padahal, tuma'ninah bisa menjadi penentu sah atau tidaknya shalat seseorang.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al-Qur'an. Kemudian ruku'-lah hingga benar-benar tuma'ninah dalam ruku', lalu bangkitlah (dari ruku') hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau tuma'ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga tuma'ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh shalat (rakaat)-mu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Walaupun sepertinya sepele tapi tuma'ninah memegang peranan penting dalam shalat. Saking pentingnya, Rasulullah menganggap orang yang tidak melakukan tuma'ninah seperti pencuri.

Rasulullah SAW bersabda, "Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dalam shalat?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Dia tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya." (HR. Imam Ahmad)

Tuma'ninah dikerjakan setelah semua anggota badan berada pada posisi sempurna. Bagaimana posisi yang sempurna itu? Ketika punggung berada dalam keadaan tegak/lurus. Dalam dunia medis didefinisikan ketika sendi-sendi tubuh sudah kembali pada posisinya.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku' dan sujudnya." (HR. Abu Dawud)

Berapa lama tuma'ninah dikerjakan? Para ulama sepakat bahwa lamanya tuma'ninah dalam ruku' dan sujud adalah minimal sama dengan lama waktu yang diperlukan untuk membaca satu kali bacaan tasbih (Subhanallah). Kurang dari itu maka dianggap tidak tuma'ninah.

Suatu ketika Rasulullah SAW melihat seorang pemuda yang sedang shalat namun tidak menyempurnakan ruku'nya dan sujudnya seperti ayam yang sedang mematuk (sujudnya sangat cepat). Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa meninggal dalam keadaan seperti ini (shalatnya), maka dia meninggal dalam keadaan di luar agama Muhammad." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Shalat adalah tiang agama. Wajib atau sunah, shalat tetaplah shalat yang harus dilaksanakan dengan benar sesuai syarat sah dan rukunnya. Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas shalat kita supaya shalat kita diterima oleh Allah SWT.

Sama-sama belajar ya ;)

26 comments:

  1. semog ashalat kita termasuk kedalam shalat yang sah ya

    ReplyDelete
  2. Iya itu termasuk orang-orang yang mencuri sholat seperti itu mba bnr banget, aku mending sholat d rumah, dan suami juga memilih sholat yang tumaninah meskipun jauh dr rumah,,. Nuhun infnya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah jarak jauh yg ditempuh bisa menjadi tambahan pahala ya, Mbak :)

      Delete
  3. Aku liat juga viral tayangan shalat super kilat itu. Semoga kita dijauhkan dari kegiatan shalat seperti itu. Semoga amal ibadah shalat diterima Allah. Amin

    ReplyDelete
  4. jadi ingat sholat tarawih yang kayak senam SKJ saking cepetnya >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Iya juga ya, Mbak. Itu shalat atau SKJ >,< Eh, tapi, SKJ juga ngga begitu amat *dibahas* ;p

      Delete
  5. Aku sempat lihat juag tayangannya beberapa tahun lalu. Kalau enggak salah baru-baru ini juga ada yang bahas lagi, entah di tempat yang sama atau enggak.
    Aku tiap baca hadist di atas selalu merinding. Semoga kita semua bukan bagian dari pencuri shalat ya. aamiin.

    ReplyDelete
  6. Makin modern hukum tata cara shalat mulai mengendur. Jika ada yang mengingatkan malah dibilang kampungan. Makin maju makin banyak paham tidak sejalan. Semoga kita dihindarkan...

    ReplyDelete
  7. ada tayangan sholat yg viral curiga itu pura2 he2..

    makasih sudah diingatkan mba... kadang kalo baca ayat suka cepet..apalagi klo mo pergi..#curcol

    ReplyDelete
  8. Aku juga sering gagal paham sama orang yg sholatnya pake gerakan terbirit-birit gitu.
    Pikirku, itu baca ayat/doa apaan kok super cepat?

    Self reminder buatku utk lebih sempurnakan gerakan dan bacaan sholat.
    TFS ya mbak Dini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kan, Mbak...

      Sama-sama belajar dan saling mengingatkan, Mbak :)

      Delete
  9. Saya juga sempat heran dengan cara shalat yang kilat itu. Selain soal bacaannya yang diragukan kebenarannya, tumaninahnya juga gak ada. Padahal itu semua syarat sahnya salat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak. Kan jadi gimana gitu ya kalau rukun shalatnya ngga dipenuhi...

      Delete
  10. Kbayang 23 rakaat 10'menit pasti ngos2an ya, soalnya aku pernah juga kaya gituh hihii

    ReplyDelete
  11. Terima kasih sudah diingatkan Mbak DIni :)
    AKu jg sebel kalau tearaweh bacaan sholatnya cepet banget, jamaahnya justru capek.

    ReplyDelete
  12. Nah sy juga bayangin gmn jamaahnya ya mbak? Kan gak semua lancar bacaannya. Jgn2 ikut gerak aja y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dilihat dari tayangan beritanya ya, ibaratnya, shalatnya hanya berisi gerakan naik turun :(

      Delete
  13. Baca postingan ini saya jadi ingat sewaktu SMA pernah tarawih di Mesjid Kampung Keling, disebut kampug keling karena mayoritas yang tinggal disitu orang india dan tamil, karena Mesjid Agung di Medan lumayan jauh dari kosan akhirnya memilih mesjid kampung keling yang dekat. Cepat banget sholatnya seperti yang mbak dini tulis tarawih 20 rakaat nggak sampe 10 menit kebayang gimana ngebut nya :)

    ReplyDelete