February 18, 2015

Maju Dong, Mbak!

maju-dong-mbak

"Sebaik-baik shaf pria adalah yang paling depan, dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang paling depan." (HR. Muslim)

Shaf yang paling baik maksudnya adalah shaf yang paling banyak pahala dan keutamaannya serta paling dekat dengan tuntunan syar'i. Sedangkan maksud shaf yang paling buruk adalah sebaliknya.

Kenapa shaf yang paling baik bagi pria adalah yang paling depan sedangkan shaf yang paling baik bagi wanita adalah yang paling akhir?

Diatur seperti itu agar ada jarak antara pria dan wanita sehingga tidak terjadi interaksi (melihat gerakan dan atau mendengar ucapan) antara jama'ah pria dan wanita yang akhirnya akan mengganggu konsentrasi bahkan membatalkan shalat. Semakin jauh jarak antara jama'ah pria dan wanita maka semakin terjaga dan terpelihara kehormatannya serta semakin jauh dari kecenderungan terhadap maksiat.

Selain itu, Rasulullah SAW menggambarkan shaf pertama sebagai shaf para malaikat :

Rasulullah SAW bersabda, "Apakah kalian tidak bisa berbaris seperti malaikat berbaris di hadapan Tuhan mereka?" Kami bertanya, "Wahai Rasulullah! Bagaimana malaikat berbaris di hadapan Tuhan mereka?" Beliau menjawab, "Mereka sempurnakan shaf pertama terlebih dulu dan mereka merapatkan barisan." 
(HR. Muslim)

Nah, yang mau saya soroti dalam tulisan kali ini adalah mengenai bagaimana wanita-wanita menerjemahkan hadis ini dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali saya menemukan kejadian-kejadian yang membuat saya geregetan bukan main!

Salah satunya adalah kejadian ini ...

Hari itu saya dan suami saya sedang jalan-jalan ke salah satu mall. Saat waktunya shalat Zuhur, kami berangkat menuju musholla. Di mall tersebut, musholla wanita dan pria berbeda dipisah (tidak dalam satu ruangan tapi masih satu lantai). Mushollanya luas, bersih, nyaman, dingin karena ber-AC, bagian dalamnya (tempat shalatnya) dihiasi ornamen-ornamen kaligrafi dan rak-rak yang berisi beberapa mukena dan Al-Qur'an.

Selesai wudhu, saya masuk ke tempat shalat. Masih sepi karena baru ada beberapa wanita yang bersiap shalat disana. Seperti biasa, kalau shalat di musholla yang berbeda ruangan dengan pria, saya pasti memilih tempat di pojok depan yang jauh dari pintu masuk. Alasannya supaya lebih nyaman dan shalatnya lebih khusyuk.

Ketika saya selesai shalat, nah ini yang membuat saya geregetan, saya menemukan wanita-wanita yang sedang shalat berjama'ah yang posisi shalatnya persis di depan pintu masuk tempat shalat sehingga wanita-wanita lain yang mau masuk untuk shalat menjadi terhalang. Untuk bisa masuk, wanita-wanita itu harus berjalan menempel dinding supaya tidak mengganggu yang sedang shalat berjama'ah. Padahal, shaf-shaf di depan mereka itu kosong sekosong-kosongnya kosong loh!

Kenapa saat awal memutuskan untuk shalat berjama'ah mereka tidak mengambil tempat shalat di depan yang kosong itu ya? Kenapa malah mengambil tempat di paling belakang? Persis di sebelah pintu masuk pula!

Coba bayangkan seandainya jama'ah shalatnya bertambah banyak. Ketika kita mengetahui ada yang sedang shalat berjama'ah, kita pasti akan berusaha ikut kan karena mengingat keutamaan shalat berjama'ah. Siapa sih yang mau melewatkan pahala berlipat-lipat yang ada di depan kita? 

"Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibandingkan shalat sendirian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, kalau yang ikut shalat berjama'ah bertambah banyak, apa tidak semakin panjang barisannya? Kalau barisannya semakin panjang, apa nantinya tidak menutup akses menuju tempat shalat yang di depan? Kan jadi menyulitkan orang lain yang mau shalat... Kalau melewati atau berdiri di depan orang yang sedang shalat kan rasa gimana ya...

Kejadian seperti ini sudah beberapa kali saya temukan. Entah karena terlalu memegang teguh "shaf yang paling baik bagi wanita adalah shaf yang terakhir" atau memang pada dasarnya tidak tahu ketentuan tentang shaf wanita.

Suatu waktu saya pernah coba menegur, "Maju, Mbak" Mbak itu menjawab, "Saya disini aja supaya keluarnya mudah, Mbak."

Lah (?)

"Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hambaNya itu suka menolong saudaranya." (HR. Muslim) 

Saat kita menggunakan fasilitas umum, jangan lupa untuk memperhatikan kepentingan umum. Namanya juga fasilitas umum, peruntukannya untuk umum dan bukan untuk kita sendiri. Jangan sampai kita menyulitkan atau bahkan menghalangi orang lain.

Kembali ke persoalan shaf.

Shaf yang paling baik bagi pria adalah yang paling depan dan yang paling buruk adalah yang paling akhir. Ketentuan ini berlaku selamanya. Namun tidak begitu bagi wanita. Shaf yang paling baik bagi wanita memang yang paling akhir tapi ketentuan ini tidak berlaku selamanya. Lihat dulu situasi dan kondisinya :
  1. Jika wanita shalat berjama'ah dengan pria di area yang sama tanpa adanya pembatas di antara keduanya maka shaf paling baik baginya adalah shaf yang paling akhir sesuai dengan hadis pertama di atas.
  2. Jika area shalat wanita jauh dan atau dipisahkan dengan dinding atau pembatas lainnya dari area shalat pria maka shaf yang paling baik baginya adalah shaf yang paling depan.
  3. Jika wanita mempunyai tempat khusus untuk shalat seperti yang ada sekarang di kebanyakan tempat (ruangan shalat wanita dan pria terpisah) maka shaf yang paling baik baginya adalah shaf yang paling depan.
Menurut pendapat kuat para ulama, pada situasi dan kondisi di poin 2 dan 3 telah hilang (tidak ada) perkara yang dikhawatirkan yaitu terjadinya interaksi antara jamaah wanita dan pria sehingga shaf yang paling baik bagi wanita sama dengan pria yaitu shaf yang paling depan dan wajib diatur sebagaimana shaf pria (penuhi dulu shaf yang paling depan, baru yang di belakangnya dan begitu seterusnya). Ketentuan ini dikembalikan pada hadis-hadis berikut :

"Seandainya mereka tahu betapa besar nilai barisan paling depan, pastilah mereka berebutan sampai harus mengundi." (HR. Muslim)

"Majulah dan mendekatlah kepadaKu, agar yang datang belakangan mengisi barisan berikutnya."  (HR. Muslim)


"Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya senantiasa bershalawat kepada orang-orang yang berdiri di shaf pertama." (HR. Ibnu Majah)


Tidak kalah penting saat kita shalat, terutama saat shalat berjama'ah adalah merapatkan dan meluruskan shaf shalat kita.

"Rapatkanlah barisan shaf, karena setan akan berdiri di celah-celah barisan." (HR. Ahmad)

"Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena kelurusan shaf termasuk kesempurnaan shalat." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Merapatkan shaf shalat dilakukan dengan cara menempelkan bahu dengan bahu dan mata kaki dengan mata kaki. Sedangkan meluruskan shaf shalat dilakukan dengan cara menempatkan tumit-tumit kaki dalam satu garis lurus.

Baca juga : Hal Sepele Ini Bisa Membuat Shalatmu Menjadi Tidak Sah

Yuk sama-sama belajar, sama-sama memperbaiki shaf shalat kita, dan sama-sama saling mengingatkan supaya sama-sama dapat pahala ;)

24 comments:

  1. well noted Dinii.. tadi udah gatel mau komen, tapi udah diurai semua sama Dini hahaha. Iyes, aku sependapat. Mungkin ini dampak dari membaca ayat setengah-setengah, jadinya missunderstanding. Padahal Islam adalah agama rahmatanlil'alamin dan ajarannya itu gak kaku plus ideal ke semua lingkup kehidupan manusia. Intinya, sama-sama belajar jadi muslimah yang lebih baik lagi yukk yaa.. belajar Islam secara keseluruhan biar ga salah paham :D *cmiiw*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeeess Put, sama-sama belajar, sama-sama mengingatkan biar sama-sama jadi muslimah yang baik ;)

      Delete
  2. Iya dini , terimakasih sudah mengingatkan..Alhamdulillah aku juga kalau shalat lebih enak didepan karena tidak dilewatin orang orang..ternyata Alhamdulillah memang yg benar begitu ya..^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kl di depan juga biar fokusnya ngga keganggu ya kak, hehe, sama-sama kak Witha ;)

      Delete
  3. Benerr Dinii, suka bingung deh di musholla tempat umum, yang cewek pada sholat di shaf belakang.. Kitanya mau maju juga awkward kan, apalagi pas dianya tiba2 sujud kita langkahin ke depan

    Semoga banyak muslimah yang baca post ini yaaa Din...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn.. Tolong dibantu share yaaa, hahaha ;p

      Delete
  4. ooo. ternyata banyak yg suka ngalamin ya? aku blm pernah ngalamin kecuali musholla nya memang kecil dan padat. akupun bingung harus apa kl ngadepin kyk gitu, hehehe. sepertinya positif thinking aja kl yg bersangkutan nggak ngerti samsek dan doain semoga makin banyak yg faham yaa :D idem dgn mba witha, makasih dini udah diingetin :)

    ReplyDelete
  5. setujuu banget diinn ama postingan ini. trs yang paling gregetan klo lagi shalat berjamaah di mesjid trs shalatnya pada disembarang tempat, ga pada mau maju untuk merapatkan barisan. Apalagi kalau bawa sajadah sendiri. Maunya shalat di sajadahnya aja. padahal sajadahnya lebar. jadi aja berjarak sama sebelahnya. huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Fik, padahal Allah akan menjalin hubungan dengan orang yang menghubungkan shaf dan menaikkan derajat orang itu ;(

      Delete
  6. Nambah ilmu baru lagi nih baca postingan Dini, makasih udah ngingetin dan emang kalau 'menegur' dengan maksud baik suka banyak aja tuh cobaannya....kadang judesan yang ditegur padahal dia yang menganggu. Untuk publik area memang musti ada kesadaran bersama untuk menjaga, jangan bosen-bosen buat ngingetin sesama....danke Dini ^^

    ReplyDelete
  7. Thanks for sharing Dini! *kecup kangen*

    ReplyDelete
  8. terima kasih sudah diingatkan mbaaa...

    ReplyDelete
  9. aku juga gemes kalo jemaah di musholla kantor mba.. bnyk yg ga mw rapat gitu loh..malah sengaja menjauh -__- ga tau apa dia sholat jemaah itu barisannya harus lurus dan rapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, geregetan ya mbak ^^ Mungkin lain kali bisa dibantu ingatkan atau dikasih tau dengan cara yg baik. Atau tunjukin aja tulisan saya ini mbak, hahaha ;p

      Delete
  10. Alhamdulillah telah berbagi ya mba
    Aku bbrapa kali juga ngingetin soal shaf tapi ya begitulah. InsyaLAlah smoga ke depan semakin baik

    ReplyDelete
  11. masalah shaf sholat yg bolong2 dari jaman saya kecil lho mbak, inget banget ibu saya mendadak jadi panitia pengatur shaf krn gregetan sama ibu-ibu yg maunya sendiri gelar sajadah gak sesuai urutan syarat sah nya sholat.. semoga makin ke sini semakin byk yg sadar pentingnya rapatnya shaf sholat

    ReplyDelete
  12. Iyah Mbak, saya jg sering gemes klo lihat masih ada shaf di depan yg kosong atau udh kosong tp orang yg di depan kita gak mau maju utk ngisi. Kita mau maju ke depan tp jadi gak enak ngelangkahi orang yg sedang shalat di depan kita tadi. Issh.
    Ada yg blm shalat jg diingatkan maju tp gak mau maju, ihh makin gemesss.

    ReplyDelete